Tren Kedai Kopi, Strategi Pemasaran Dan Modal Usaha Kedai Kopi

Advertisement

Ads

Kenapa sih usaha kedai kopi lokal menjadi trend ? Karena proses usaha bisnis ini sangat cerah dan menjanjikan, Yuk simak trend kedai kopi, strategi pemasaran dan modal usaha kedai kopi dibawah ini :

Tren. 

Tren Kedai Kopi

Perkembangan kedai kopi saat ini juga terus mengikuti tren. Jika sebelumnya banyak pelaku usaha mengikuti konsep seperti halnya dilakukan Starbucks Coffee dengan konsep mass market dan fokus ke mass produce, kini berkembang tren dengan konsep third wave coffee. Tren ini mengarah pada konsep interior yang lebih homey dan cozy dibandingkan kedai kopi asal mancanegara. Seperti penataan meja dan kursi pengunjung yang berdekatan dengan tempat pembuatan kopi, dan suasana seperti berada di rumah. Meja kursi dari bahan kayu tua juga bisa menimbulkan kesan antik. Tak hanya pada interiornya, kopi yang disajikan pun berasal dari biji-biji kopi lokal dengan cara pengolahan yang sangat berbeda dengan yang biasa dilakukan oleh pe|aku second wave seperti di Starbucks Coffee. Jadi pelaku usaha kedai kopi yang menerapkan konsep third wave coffee memiliki pemahaman mengenai proses penanaman biji kopi, pengeringan sampai detail penggilingannya.

Strategi Pemasaran. 
Strategi Pemasaran kedai kopi

Usaha kedai kopi bisa mengandalkan kekuatan sosial media seperti melalui Instagram dan Zomato. Meski begitu, promosi konvensional dengan mulut ke mulut juga masih efektif. Di awal usaha, bisa menyebarkan brosur di lingkungan sekitar maupun menawarkan proposal kerja sama untuk promosi usaha dengan korporat. Untuk mengatasi persaingan usaha kedai kopi yang semakin ketat, pelaku usaha harus terus melakukan inovasi dalam varian rasa dan juga menggunakan biji kopi dengan kualitas bagus. Cita rasa secangkir kopi juga sangat bergantung pada teknik sangrai atau proses roasting (pemanggangan) dan tingkat sangrainya. Pemanggangan yang merata adalah sebuah syarat agar biji kopi bisa menghasilkan rasa yang seimbang. Proses sangrai juga berperan penting mengubah asam dalam biji kopi menjadi antioksidan. Keberadaan barista juga sangat penting bagi sebuah kedai kopi untuk menghadirkan cita rasa kopi yang nikmat. Bagi para pengunjung yang tidak semuanya memiliki banyak pengetahuan tentang kopi, para barista bisa menjelaskan karakteristik biji kopi yang disajikan. Pemeliharaan alat pembuat kopi juga perlu dilakukan dengan baik seperti halnya Watt Coffee yang selalu melakukan setting mesin grinder (penggiling biji kopi) setiap hari. Ketika kedai kopi tutup, biji kopi yang masih terdapat di mesin grinder dikeluarkan, kemudian esok paginya kembali di-setting sehingga kopi-kopi yang dihasilkan fresh dan tidak berminyak.

Modal. 
Modal usaha kedai kopi

Modal usaha kedai kopi yang berlokasi di ruko membutuhkan modal cukup besar dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Besarnya modal dipengaruhi oleh harga peralatan yang cukup mahal, seperti mesin roaster (pemanggang kopi) yang bisa sampai puluhan juta rupiah. Selain itu untuk menyewa ruko di lokasi strategis bisa sampai ratusan juta pertahun. Meski modalnya besar, namun proses usaha ini sangat cerah, mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia di hampir semua daerah terutama kalangan pria penyuka kopi. Tak heran jika pelaku usaha kedai kopi mampu meraup untung cukup menjanjikan hanya dalam waktu singkat. Lihat saja Kedai Kopi Mimpi yang baru berdiri pertengahan Juni 2015, saat ini mampu menjual sebanyak 30 cangkir kopi per hari, belum termasuk pendapatan dari menu snack, dengan omset total sekitar Rp 50 juta, dengan keuntungan bersih sekitar 46%. Bahkan, pada saat weekend pendapatan bisa melonjak hingga dua kali lipatnya. Keuntungan usaha kedai kopi akan lebih besar jika menghadirkan menu pendamping snack atau makanan berat.

Jadi jika anda tertarik untuk merintis usaha kedai kopi, bisa melihat sepak terjang para pelaku usaha kedai kopi di postingan saya selanjutnya....

Advertisement