Panduan Usaha Kedai Kopi - Cermat Bidik Target Pasar

Advertisement

Ads

Usaha Kedai Kopi. Kopi, kini bagi masyarakat urban kota besar seperti di Jakarta bukan hanya jadi sekedar jenis minuman tetapi juga menjadi bagian dari lifestyle atau gaya hidup. Memang masyarakat pada umumnya lebih familier pada nama gerai kopi ternama seperti Starbucks namun geliat kemunculan kedai-kedai kopi lokal bisa dibilang cukup pesat akhir-akhir ini. Bagi Anda yang berkeinginan untuk memulai usaha kedai kopi lokal ini, sebaiknya bisa mulai dengan meriset secara teliti mengenai target pasar yang dituju, apakah yang dituju kalangan anak muda berumur rata-rata di bawah 30 tahun atau kalangan penikmat pencinta kopi yang biasanya 5 berumur 30 tahun ke atas, karena tentunya ada perbedaan selera di tiap-tiap kalangan. Biasanya kalangan anak-anak muda tidak terlalu mementingkan detail cita rasa dari kopi itu sendiri namun mereka Iebih mengarah pada inovasi produk. Misalnya minuman kopi dengan campuran cokelat, white cream, buah, dll. Lain halnya dengan kalangan pencinta kopi yang lebih paham akan kopi. 

Usaha Kedai Kopi - Cermat Bidik Target Pasar

Dengan memahami hal ini maka peluang ketepatan jenis menu yang dijual akan lebih besar sehingga bisa bersaing sehat dengan gerai kopi ternama. Bicara tentang kopi, keberadaan barista tentu jadi faktor penting. Ada baiknya sebelum menghire (merekrut) barista, untuk mulai usaha sebagai owner kedai kopi maka Anda harus paham betul mana kopi yang enak, mana yang layak dijual dan mana yang tidak. Idealnya owner belajar dengan detail terlebih dahulu tentang kopi baik melalui sekolah kopi, kursus ataupun otodidak. Nantinya setelah mendapatkan ilmu bisa langsung dipraktikkan untuk meracik produk unggulan, kemudian mematenkan resep, dan bisa mengajari calon barista yang akan dipekerjakan secara langsung.

Harga dan Produk.
Catatan bagi Anda yang ingin memulai usaha kedai kopi atau coffee shop adalah harga jual lebih terjangkau belum bisa menjadi jaminan utama yang membuat kedai kopi lokal lebih banyak dikunjungi. Hal ini karena untuk kalangan pencinta-penikmat kopi, harga mahal selama reasonable tentunya tak jadi masalah. Meski begitu, kalau menyasar target anak muda yang cenderung lebih mencari tempat alternatif untuk berkumpul, lokasi yang accessible dan budget yang terbatas tentu membuat kedai kopi lokal dengan harga yang lebih terjangkau akan menarik. Yang paling penting adalah harga harus sangat diperhatikan agar bisa bersaing. Faktor penunjang lain adalah menciptakan minuman kopi yang enak dan masih belum ada di tempat lain.

Alangkah baiknya untuk bisnis kedai kopi seperti ini jenis produk yang ditonjolkan adalah biji kopi lokal. Sayang sekali rasanya jika tidak memanfaatkan potensi biji kopi lokal Indonesia yang bagus karena biji kopi di Indonesia adalah biji kopi terbaik produk yang dijual adalah produk nomor 3 di dunia. Selain itu unggul, dan untuk menghasilkan produk unggul maka sebagai pelaku usaha kedai kopi lokal alangkah baiknya belajar dan mengerti dahulu tentang kopi itu sendiri. Kemudian melakukan riset lokasi usaha, serta target pasar yang sesuai sehingga tidak sampai salah dalam menentukan harga karena faktor munculkan kreativitas dengan membuat produk yang enak namun dengan harga yang tidak kemahalan, sehingga Anda harus paham tentang HPP (harga pokok produksi) agar tak merugi.

Menu Pelengkap dan Market.
Dalam menentukan menu pendamping dari kopi sebagai menu utama tergantung bentuk dan konsep usaha yang diusung. Misalnya yang diusung kedai kopi lokal atau coffee shop maka alangkah baiknya menu pelengkapnya seperti jajanan pasar yang memang cocok disandingkan dengan kopi-kopi lokal khas Indonesia. Sedangkan jika berkonsep cafe internasional maka yang menjadi pelengkap seperti cheesecake, red velvet, atau hidangan dengan visual yang cantik. Lain lagi jika berkonsep keduanya maka menu pelengkap dirasa tidak terlalu diperlukan karena biasanya hanya fokus dengan menjual minuman hot and cold. Terakhir jika konsepnya warung kopi rumahan maka menu yang mungkin dirasa cocok seperti jagung bakar, pisang bakar, dan mie instan. Bicara soal market, jika Anda ingin membuka kedai kopi lokal atau coffee shop memang idealnya pasar yang dituju adalah kalangan pencinta penikmat kopi yang memang mengerti dan mengapresiasi betul cita rasa kualitas kopi. Seperti kalangan di atas usia 30 tahun, namun jika lebih menyasar target pasar mahasiswa atau pekerja baru berumur di bawah 30 tahun maka inovasi produk harus lebih sering dilakukan.

Advertisement