Showing posts with label Bisnis Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Kuliner. Show all posts

3 Resep Membuat Rice Box / Nasi Komplit - Bisnis Kuliner

Beberapa waktu yang lalu, Info Kulinerz sudah bagiin resep Rice Box Ayam Komplit dan Gudeng Kompli. Nah kali ada 3 resep Rice Box baru yang mungkin bisa anda tambahkan ke daftar praktek masak. Bisnis Rice Box / nasi komplit memang sedang ngetrend di perkotaan besar seperti Jakarta dan lain-lain. Dari segi pembuatan pastinya cukup mudah (saya anggap anda seorang chef :D) karena bahan bahannya mudah didapatkan. Yuk kita simak aja resep membuat Rice Box dibawah ini :

Rice Box Tongkol Komplit

Rice Box Tongkol Komplit

Bahan :
500 gr nasi pulen
Bahan Tongkol Balado
250 gr ikan tongkol, potong-potong
Garam secukupnya
Gula pasir secukupnya
Air secukupnya

Bumbu Halus Tongkol Balado :
7 buah cabai merah keriting
3 butir bawang merah
1 buah tomat

Bahan Tumis Pare :
2 buah pare, buang biji, iris
100 gr tempe, iris memanjang
2 buah cabai merah keriting, iris serong
3 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis

Bahan Orek Tempe :
200 gr tempe, potong dadu
2 cm lengkuas
1 lembar daun salam
1 sdm gula merah
2 sdm kecap manis

Bumbu Halus orek :
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
3 buah cabai merah keriting

Cara Membuat Rice Box Tongkol Komplit :
1. Tongkol Balado: Goreng ikan dalam minyak panas hingga matang dan kecokelatan, angkat dan tiriskan. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan ikan, garam, air dan gula pasir, aduk hingga matang dan bumbu meresap. Angkat
2. Orek Tempe: Tumis bawang putih, bawang merah, daun salam, lengkuas, dan serai sampai harum. Tambahkan cabai merah, aduk sampai layu. Masukkan kecap manis, garam, dan gula merah, aduk rata. Tuang air, masak sampai mendidih. Masukkan tempe, aduk sampai matang. Angkat
3. Tumis Pare: Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, tambahkan cabai sambil diaduk hingga layu. Masukkan tempe, pare, garam dan gula pasir, aduk hingga matang dan berubah warna. Angkat
4. Tuang nasi ke dalam mangkuk mika, tambahkan lauk di atasnya. Sajikan
Untuk 4 Porsi


Rice Box Telur Asin KompIit

Rice Box Telur Asin KompIit

Bahan Tumis kacang panjang :
6 batang kacang panjang, potong 3 cm
2 siung bawang putih, iris
3 butir bawang merah, iris
1 lembar daun salam
1 cm lengkuas, memarkan
3 buah cabai merah keriting, iris serong
1/4 sdt garam
1/4 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk
100 ml air
2 sdm minyak untuk menumis

Bahan Orek Tempe Pedas :
300 gr tempe, potong dadu kecil
3 lembar daun jeruk, iris halus
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
75 gr gula merah, sisir halus
1/2 sdt garam
50 ml air asam jawa
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus Orek :
2 buah cabai merah besar
5 buah cabai merah keriting
3 buah cabai rawit merah
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih

Bahan Perkedel :
150 gr kentang, potong-potong, goreng
1 batang daun bawang, iris halus
2 sdm bawang merah goreng, remahkan
50 gr daging giling
1/4 sdt merica
1/4 sdt pala bubuk
1/2 sdt garam
1/4 sdt gula pasir
1 butir telur, kocok lepas untuk
minyak untuk menggoreng

Pelengkap :
2 butir telur asin, kupas, belah

Cara Membuat Rice Box Telur Asin KompIit :
1. Tumis Kacang Panjang: Tumis bawang putih, bawang merah, daun salam, dan lengkuas sampai harum. Tambahkan cabai merah. Masak sampai layu. Masukkan kacang panjang, aduk rata. Bumbui dengan garam, gula pasir, merica bubuk, kecap manis, dan air. Masak sampai matang. Angkat
2. Tempe Urek Pedas: Tumis bumbu halus, daun jeruk, daun salam, dan lengkuas sampai harum. Masukan gula merah, garam, dan air asam jawa, aduk sampai kental. Tambahkan tempe, aduk sampai rata.
3. Perkedel : Haluskan kentang, tambahkan bumbu halus, seledri, bawang merah goreng, dan daging giling sambil diaduk rata. Ambil sedikit adonan, bentuk bulat pipih. Celup ke dalam kocokan telur, goreng dalam minyak panas dan banyak sampai matang, angkat dan tiriskan
4. Siapkan mangkuk mika: isi dengan nasi beserta Iauk dan pelengkap di atasnya. Sajikan
Untuk 4 porsi


Rice Box Nasi Goreng Tomyam

Rice Box Nasi Goreng Tomyam

Bahan :
500 gr nasi
2 bungkus bumbu tomyam. siap pakai
8 ekor udang, kupas kulit. cuci
3 ekor cumi, cuci. kerat-kerat
Garam. secukupnya
Gula pasir. secukupnya

Pelengkap :
3 butir telur. kocok lepas
Wijen hitam, sangrai

Cara Membuat Rice Box Nasi Goreng Tomyam :
1. Panaskan wajan anti lengket kemudian tuang telur dan ratakan. Diamkan hingga permukaan telur kering. Angkati gulung dan iris. Sisihkan
2. Tumis bumbu tomyam hingga harum. masukkan udang dan cumi sambil diaduk hingga berubah warna. Tambahkan nasi, garam dan gula pasir, aduk hingga rata. Angkat
3 Siapkan mangkuk mika. isi dengan Nasi Goreng Tomyam beserta telur dadar dan taburan wijen hitam di atasnya. Sajikan
Untuk 4 porsi

Resep Membuat Rice Box Ayam Komplit dan Gudeg Komplit

RICE BOX atau Nasi Komplit yang disajikan dalam wadah mangkuk plastik atau Tupperware memang tengah naik daun di pasaran. Konsumen yang disasar umumnya para pekerja kantoran, anak kos atau ibu rumah tangga yang tidak punya banyak waktu untuk menyiapkan menu sarapan makan siang atau makan malam. Selain tampilannya yang eye catching dan bergengsi, varian menu yang ditawarkan Rice Box juga beragam dan tetap mengedepankan menu sehat ala rumahan. Bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis Rice Box bisa memulainya secara online. Berikut resep membuat Rice Box ala Info Kulinerz.

Rice Box Ayam Komplit

Rice Box Ayam Komplit

Bahan :
500 gr nasi pulen
Ayam Goreng
1/2 ekor dada ayam, potong 4 bagian
2 lembar daun salam
1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
200 ml air
minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus Ayam Goreng :
3 siung bawang putih
2 butir bawang merah
3 butir kemiri, sangrai
1/2 sdt ketumbar
4 cm kunyit, bakar
4 cm lengkuas
4 cm jahe
garam, secukupnya

Bahan Kering Kentang :
300 gr kentang, kupas kulit
3 siung bawang putih, iris halus, goreng
1 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
2 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya, iris halus
1/2 sdt garam
1/2 sdm gula pasir
15 ml air
1 sdt air asam
2 sdm minyak, untuk menumis
minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus :
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
3 buah cabai merah besar
3 buah cabai merah keriting

Bahan Tumis Buncis :
100 gr buncis, iris serong
1 buah wortel, iris memanjang
2 butir bawang merah, iris
1 siung bawang putih. iris
2 buah cabai merah keriting, iris serong
Garam, secukupnya
Gula pasir, secukupnya

Bahan Dadar Telur :
2 butir telur, kocok Iepas
Garam, secukupnya

Cara Membuat Rice Box Ayam Komplit :
1. Ayam Goreng: Campur daging ayam, daun salam, serai, dan bumbu halus di dalam wajan, aduk rata. Tuang air lalu ungkep di atas api sedang sampai mendidih. Kecilkan api lalu tutup, ungkep kembali sampai air berkurang dan bumbu meresap, angkat. Goreng daging ayam dalam minyak panas dan banyak di atas api sedang sampai kecokelatan, angkat dan tiriskan. Suwir-suwir, sisihkan
2. Kering Kentang: iris kentang bentuk korek api rendam dalam larutan 1 sdt kapur sirih, 1/2 sdm garam dan 500 ml air selama beberapa menit, tiriskan. Goreng kentang dalam minyak panas dan banyak di atas api sedang sampai kering, angkat dan tiriskan. Tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas, dan daun jeruk sampai harum. Masukkan garam, gula pasir, dan air, aduk sampai kental. Tambahkan air asam, aduk rata. Masukkan kentang, dan bawang putih goreng, aduk sampai terbalut rata dengan bumbu.
3. Tumis Buncis: Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Tambahkan cabai dan wortel, aduk hingga berubah warna. Masukkan buncis, garam dan gula pasir, aduk hingga rata dan berubah warna. Angkat
4. Dadar Telur: Panaskan wajan anti lengket kemudian tuang telur dan ratakan. Diamkan hingga permukaan telur kering. Angkat, gulung dan iris tipis
5. Siapkan mangkuk mika, isi dengan nasi beserta lauk di atasnya. Sajikan
Unluk 4 porsi


Rice Box Gudeg Komplit

Rice Box Gudeg Komplit

Bahan :
1 kg nasi pulen
Bahan Gudeg
500 gr nangka muda, potong potong
2 cm lengkuas, memarkan
800 ml santan kental
500 ml air kelapa muda

Bumbu Halus Gudeg :
15 butir bawang merah
6 siung bawang putih
8 butir kemiri
2 1/2 sdm ketumbar
1/2 sdm garam
250 gr gula merah
Garam secukupnya

Bahan Krecek :
100 gr kacang tolo, rendam 2 jam, rebus sampai empuk
100 gr kerupuk krecek
2 lembar daun salam, remas-remas
2 cm lengkuas, memarkan
6 buah cabai rawit merah
6 buah cabai rawit hijau
1 3/4 sdt garam
2 sdt gula merah
1250 ml santan
1 sdt air asam jawa
2 sdm minyak goreng, untuk menumis

Bumbu Halus Krecek :
8 butir bawang merah
3 siung bawang putih
3 buah cabai merah besar
2 buah cabai merah keriting

Bahan Tempe Bacem :
8 potong tempe
300 ml santan kental
1 sdm gula merah
2 sdt air asam jawa
2 lembar daun salam
1 cm lengkuas
2 sendok teh garam
minyak, untuk menggoreng

Pelengkap :
Sambal terasi, siap pakai, secukupnya

Cara Membuat Rice Box Gudeg Komplit :
1. Gudeg: Masukkan semua bahan gudeg ke dalam panci, aduk rata. Masak di atas api kecil sambil diaduk sesekali hingga cairan mengering dan bumbu meresap
2. Krecek: Tumis bumbu halus, daun salam, serai, dan lengkuas sampai harum, tambahkan cabai rawit merah dan hijau sambil diaduk sampai layu. Masukkan kacang tolo, krecek, garam dan gula merah, aduk rata. Tuang santan, aduk rata. Masak sambil sesekali diaduk sampai kental. Menjelang diangkat, tambahkan air asam sambil diaduk rata
3. Tempe Bacem: Aduk rata santan, tempe, gula merah, air asam jawa, daun salam, lengkuas, garam, dan bumbu halus di dalam wajan, rebus sampai bumbu meresap dan kering. angkat dan tiriskan. Panaskan minyak di atas api sedang, goreng tempe sebentar. Angkat dan tiriskan
4. Masukkan 1 porsi nasi kedalam mangkuk mika, tambahkan lauk dan pelengkap di atasnya. Sajikan
Untuk 8 porsi

Warung Yu'Tien - Restoran Murah Dengan Menu Serba Bebek

Saat melintas di kawasan padat Cipete-Jakarta Selatan, luangkan waktu sejenak bertandang ke Warung Yu’Tien. Rumah makan ini menyediakan menu berbahan daging bebek dengan rasa dan kelembutan yang memuaskan. Dari luar resto yang lebih memilih disebut warung ini memang terlihat biasa saja, hanya menempati ruko dua lantai. Masuk ke dalam, Anda akan disambut suasana yang homey. Perpaduan nuansa tradisional Jawa dan classic modern yang kental terlihat pada pemilihan set meja makan dan furnitur serba kayu. Naik ke Iantai atas, suasananya menjadi lebih terang dan segar karena semburan sinar matahari dari bagian teras. Beberapa set furnitur kayu serta pigura yang menempel di dinding, tampak mempermanis ruang. Sebagai pembuka Warung Yu’Tien menyediakan welcome drink yang dingin. Minuman tersebut diberi nama J-lo Ayu alias jahe, lemon dan madu.

Warung Yu'Tien - Restoran Murah Dengan Menu Serba Bebek

Menu Serba Bebek. Boleh dibilang, Warung Yu’Tien merupakan salah satu surga bagi pencinta bebek. Karena beragam olahan bebek tersedia di sini. Sebut saja Pangsit Bebek, Lumpia Bebek, Tahu Bebek, Baso Bebek, Somay, Bebek Yu'Tien, Bebek/Ayam Cabe Nanas, Bebek/Ayam Rempah, Bebek/Ayam Cabe ijo, Bebek/Ayam Sambal lstimewa dan Asem Bebek/Ayam dengan range harga mulai dari Rp 12 ribu sampai Rp 35 ribu per porsi. Dan menu utama yang menjadi andalan adalah Bebek Yu Tien. Menu yang menjadi ikon ini hadir dengan tiga tingkat kepedasan, yaitu. small, medium, dan extra hot OMG. Anda yang tertantang dengan menu yang luar biasa pedas, langsung saja pesan Bebek Yu Tien dengan tingkat kepedasan extra hot OMG. Tidak menunggu lama, seporsi Bebek Yu Tien tersaji dengan baluran sambal ulek warna merah yang begitu menggoda. Tidak ketinggalan gamish berupa irisan tomat, timun, dan daun selada turut meramaikan menu yang sudah dilengkapi seporsi nasi putih ini. Karena sebelumnya bebek telah diungkep selama 2 jam dan digoreng sekitar 3 menit, saat dikoyak dengan tangan, dagingnya empuk namun bagian luarnya tetap garing. Rasa pedas dari sambal extra hot omg yang terbuat dari cabai rawit merah, bawang putih, dan jeruk limo ini begitu dominan dan langsung menyebar di seluruh penjuru mulut. Huuhh..hahhh. Bagi Anda penggemar pedas, rasanya tak boleh melewatkannya. Yang mengejutkan dari seporsi menu yang dijual Rp 24 ribu ini adalah, tidak terdeteksi aroma anyir khas bebek. Karena sebelum diolah daging bebek dicuci bersih kemudian direbus guna menghilangkan darah dan kotoran. Lalu yang kedua direbus kembali bersamaan dengan aneka bumbu halus seperti lengkuas, sereh, daun salam, lada, gula, dan garam. 

Bebek Yu Tien

Bebas Kolesterol. Anda yang takut kolesterol tak perlu khawatir, semua menu bebek yang ditawarkan Warung Yu’Tien menggunakan bebek lokal yang kandungan gizinya lebih baik dibanding impor. Bebek lokal tersebut juga tergolong bebek organik alias dibiakkan tanpa zat kimiawi. Setelah menikmati sajian pedas yang menggigit, Es Pitu yang manis = menyegarkan bisa menjadi penawar untuk lidah yang panas. Es pitu dibuat dari 7 bahan isian berupa paduan cincau hitam, alpukat, kacang merah, jagung manis, sari kelapa dan dilengkapi dengan topping es krim vanilla. Rasanya manis segar dengan sentuhan jagung manis yang gurih ringan. Seporsi Es Pitu dijual Rp 22 ribu. Warung berkapasitas sekitar 100 tempat duduk ini juga dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fl gratis. Lokasi yang berdekatan dengan perkantoran dan perumahan di Cipete, membuat Warung Yu’Tien selalu ramai tiap harinya oleh pegawai kantoran dan gerombolan keluarga yang tinggal di perumahan sekitar. Selain melayani santap di restoran, restoran yang buka setiap hari mulai pukul 10 pagi sampai pukul 10 malam ini juga menerima pesanan antar, katering, dan nasi kotak.

Nanami Ramen - Mie Ramen Sensasi Pedas Cocok Dengan Lidah Lokal

Bila Indonesia punya Mie Tarik dan China punya Lamian, maka Jepang juga punya olahan sejenis bernama Ramen. Kreasi mie kuah satu ini bahkan cukup populer di lidah konsumen lokal. Bukan hanya sesuai dengan selera orang Indonesia yang sudah cukup hafal dengan kreasi mie, Ramen juga selalu memanjakan pencintanya dengan tiga varian kuah yaitu Shoyu, Miso, dan Shio. Salah satu resto spesialis Ramen yang patut disinggahi adalah Nanami Ramen yang berada di dalam mall Artha Gading lantai 2F ini. Restoran ini menawarkan Ramen yang lezat dengan berbagai varian kuah dan mie yang disesuaikan dengan selera pelanggan. Selain rasa Ramen yang maknyoos harga yang ditawarkan juga relatif murah dan sangat bersahabat. 

Nanami Ramen - Mie Ramen Sensasi Pedas Cocok Dengan Lidah Lokal

Suasana Khas Jepang. Secara interior, Nanami Ramen tidak banyak menggunakan ornamen Jepang yang kental. Meski demikian, atmosfer khas Jepang tetap bisa dirasakan dengan susunan meja dan kursi kayu khas Jepang. Sumpit kayu dalam gelas yang tertata rapi di atas meja, dan uniform berupa ikat kepala bertuliskan huruf kanji yang dikenakan para pelayan. Namun demi mendapatkan taste ala Jepang yang kental, Nanami Ramen menggandeng seorang chef profesional yang sudah terkenal di Jepang, Chef Akiyuki Litaka, untuk membuatkan resep Ramen. Namun, cita rasanya telah disesuaikan dengan lidah kebanyakan orang Indonesia.

Kaldu Ayam. Melirik ke arah daftar menu yang disodorkan pelayan Nanamin Ramen, ada tiga varian Ramen yang bisa dipilih konsumen yakni, Spicy Miso Ramen, Shoyu Ramen dan Shio Ramen. Di bagian bawah daftar menu, terdapat penjelasan mengenai kualitas bahan baku yang digunakan. Mulai dari bahan utama mie yang dibuat setiap hari secara homemade dengan resep rahasia dari Jepang, kuah kaldu ayam yang diracik sendiri dari tulang ayam segar, hingga penggunaan  daging ayam yang dimasak dengan teknik khusus sehingga menghasilkan daging ayam yang empuk dan gurih.

Menu spesial andalan Nanami Ramen

Menu spesial andalan Nanami Ramen adalah Spicy Miso Ramen. Sajian yang direkomendasikan oleh Chef Akiyuki Litaka ini memiliki sensasi rasa pedas yang pas banget di lidah orang Indonesia. tiap mangkuknya berisi mie ramen rebus yang ditambahkan pelengkap berupa telur setengah matang, potongan sawi hijau yang masih terlihat fresh, tumisan daging ayam cincang dan daging ayam fillet, irisan daun bawang dan cabai merah yang terlihat menantang. Begitu semangkuk Spicy Miso Ramen hadir di hadapan mata, aroma gurih yang menyembul dari kuah panas Ramen seakan menggoda selera. Selain pelengkap Ramen yang tertata cantik di dalam mangkuk, kuah Spicy Miso Ramen yang telah dicampur tauco juga membuat liur tak ingin berhenti menetes. Begitu disantap, cita rasa Spicy Miso Ramen selevel dengan tampilannya yang menawan. Tekstur mie ramen yang lembut dan kenyal, berpadu klop dengan kuah kaldu yang gurih-pedas. Matching banget di Iidah. Karena kelezatannya, rasanya nggak sia-sia merogoh kocek sebesar Rp 35 ribu untuk satu mangkuk Spicy Miso Ramen ini. Varian menu lain yang juga ditawarkan Nanamin Ramen antara Iain Spicy Yaki Rp 45 ribu, Soborodon Rp 30 ribu, Yakinikudon Rp 35 ribu dan Tori Nambandon Rp 30 ribu. Sedangkan untuk minuman, Nanami Ramen juga menyediakan minuman segar dan sehat salah satunya Teh Ocha yang berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan kulit. Setiap hari, Nanami Ramen melayani pelanggan mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam saat weekday, dan 10 pagi sampai 11 malam kala weekends.

The Miichu Café & Resto - Olah Susu Jadi Beragam Menu Unik

Jika selama ini susu hanya dikreasikan sebagai campuran minuman atau dessert, berbeda dengan The Miichu Café & Resto yang menghadirkan susu sebagai menu utama. Mie Telaga Warna misalnya, yang bercita rasa unik karena menggunakan susu sebagai kuah. Meski baru berdiri April 2013 lalu, resto yang mampu menampung pengunjung sekitar 100 orang ini selalu ramai dipenuhi pelanggan setiap hari. Adalah Ivandri Darussalam, pemilik The Miichu Café & Resto, yang terinspirasi menciptakan ragam menu berbahan susu setelah dari ibunya yang mengidap osteoporosis karena tak pernah mengonsumsi susu. Ivan ingin mengampanyekan konsumsi susu dengan cara menyenangkan. 

The Miichu Café & Resto - Olah Susu Jadi Beragam Menu Unik

Idola Anak Muda. Sejak pertama kali beroperasi, The Miichu Café & Resto telah mampu merebut simpati pasar terutama anak muda. Maklum saja, selain menciptakan suasana cafe yang seru untuk hangout, Ivan juga memopulerkan usahanya di media sosial seperti Facebook dan Twitter yang rnemang dekat dengan anak muda. Meski harus merogoh kocek cukup dalam untuk membangun dan menjalankan operasional awal The Miichu Cafe & Resto, namun menurut Ivan hal tersebut cukup worth it dengan ramainya konsumen yang datang.

Olahan Susu. Ada banyak kreasi susu yang sukses diracik Ivan dengan rasa yang enak. Salah satunya Miechu atau lebih dikenal Mie Telaga Warna. Disebut Mie Telaga Warna karena kuahnya berwarna-warni dan dapat dipilih sesuai selera. Ada lima warna kuah yang bisa dipilih. Ada warna merah dari buah bit, kuning dari labu parang, hitam dari tepung ketan hitam, hijau dari bayam, dan ungu dari ubi ungu, jelas Ivan. Dikatakan Ivan, bahan pewarna alami tersebut sengaja dipilih agar konsumen lebih meyakini bahwa menu yang disantap bukan hanya enak tapi juga sehat. Supaya tidak neg, kuah mie bisa diracik dengan tingkat kepedasan berbeda, mulai dari level satu hingga delapan. Topping-nya juga bermacam-macam, ada bakso, tahu, telur, daging sapi, serta Pangsit Rebus dan Goreng. Dari beberapa menu, Miechu Beef Katsu Level 2 Warna Ungu menjadi menu yang banyak disukai pengunjung. Seporsi menu yang dijual Rp 15 ribu ini tersaji panas dalam mangkuk putih melamin. Warna kuah yang berwarna ungu dibuat dari campuran sari ubi ungu dan susu. Sebagai pelengkap, disediakan setengah potong sosis, 1 potong tahu putih, sawi hijau segar, dan beef katsu. Menurut Ivan, rasa gurih dihasilkan dari rebusan susu, air dan tulang dengkul sapi yang dimasak selama satu jam. Komposisinya, satu liter susu dengan setengah liter air dan setengah kilogram tulang dengkul sapi.

Tidak hanya itu, rasa pedas dari level 2-nya pun mampu menampar lidah. Rasa pedas ini berasal dari cabai rawit merah yang di-blend kasar lalu ditumis sampai biji-bijinya mengeluarkan minyak. Olahan susu lainnya yang cukup diminati konsumen adalah Susu Cincau. Terinspirasi dari Capucino Cincau atau biasa disingkat Capcin, The Miichu Café & Resto coba membuat hal serupa namun menggantikan kopi dengan susu murni. Kelebihan minuman ini selain lebih menyegarkan juga lebih sehat karena dibuat dari susu sapi murni. Kemurnian susu yang didatangkan dari peternakan sapi di kawasan Lebak Bulus-Jakarta Selatan ini bisa dibuktikan dengan adanya bercak putih yang berbekas pada wadah makanan ataupun minuman, berbeda dengan susu biasa yang segera kering dari wadah. Sebelum disajikan, susu murni dikocok dalam blender hingga lembut dan berbuih bersama simple syrup, perisa vanilla dan es batu. Baru kemudian dituang ke dalam gelas plastik berisi cincau hijau. Bila ditelisik dari banyaknya konsumen yang datang, omset yang diraup Ivan tiap bulannya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Apalagi menu yang disajikan cukup beragam dan mampu mengakomodir permintaan pelanggan.

Momomilk - Modal 800 Ribu Kini Omset Ratusan Juta per Bulan

Obsesi Haidhar Wurjanto mengembangkan bisnis olahan susu sapi bermula dari kegemarannya mengonsumsi susu. Ia juga melihat potensi pasar yang cukup besar karena banyaknya penggemar olahan susu sapi di Kota Bogor Jawa Barat. Namun, karena aroma anyir susu sapi cukup menyengat, pria yang biasa disapa Haidhar ini menyiasatinya dengan mencampur susu sapi dengan aneka flavour, atau mengolahnya menjadi Milk Shake, Yogurt dan Smoothies. Haidhar memulai usahanya itu dari kelas booth atau gerobakan. Bisnis tersebut dimulai pada bulan Januari 2011, yang berlokasi di foodcoufi Bogor Junction, Bogor — Jawa Barat. Tak butuh modal besar untuk membangun bisnis sekelas booth ini, Haidhar hanya mengeluarkan modal awal bisnis olahan susu sebesar Rp 800 ribu untuk membeli peralatan sebesar Rp 500 ribu, dan membeli bahan baku sebesar Rp 300 ribu. Karena menerapkan sistem bagi hasil dengan pembagian sebesar 80% untuk Haidhar dan 20% untuk Bogor Junction, Haidhar pun tak perlu mengeluarkan modal tambahan untuk sewa tempat. Simak saja bagaimana Haidhar membangun bisnis olahan susu dari awal :

Momomilk - Modal 800 Ribu Kini Omset Ratusan Juta per Bulan

Media Sosial. Haidhar mempromosikan aneka kreasi Susu racikannya lebih banyak melalui media online di internet, yaitu Facebook atau Twitter. Tapi, ia juga tak segan menawarkan secara langsung olahan susu racikannya kepada pengunjung yang melintas di depan booth Momomilk. Kini, Haidhar telah membuka cabang Momomilk di foodcoun Yogya Junction, kantin lnstitut Pertanian Bogor (IPB), dan Jl. Bukit Tunggul No.11, Taman Kencana. Semuanya berlokasi di Kota Bogor — Jawa Barat. Khusus untuk cabang di Taman Kencana, Haidhar mengusung konsep café dan menjual menu lain seperti kudapan dan makanan utama. Piranti saji yang digunakan untuk menghidangkan aneka makanan dan minuman juga terlihat menarik. Seperti botol susu, botol bekas selai, talenan kayu hingga toples kaca.

Lima Kreasi Susu. Sejak awal dirintis, Momomilk menawarkan kreasi Fresh milk, Milk Shake, Yoghurt, Hot Milk serta Juice and Smoothies. Masing-masing kreasi bisa diracik dengan varian rasa yang berbeda, seperti plain, vanilla, strawberry, blueberry, mint, caramel, taro dan Iychee. Harga yang dipatok berkisar dari Rp 5 ribu sampai Rp 18 ribu per gelas Untuk susu rasa buah, Haidhar menambahkan flavor yang diracik sendiri. Bahan utama berupa susu berasal dari susu sapi murni yang rasa dan aromanya lebih gurih dan tidak seanyir susu kambing atau susu kuda. Susu sapi disediakan setiap hari dalam keadaan segar dan diperah dari peternakan sapi yang berasal dari daerah Cibungbulang, Kabupaten Bogor — Jawa Barat. Susu sapi yang saya gunakan itu adalah susu dengan grade A yang kadar lemaknya tinggi, rasanya Iebih gurih dan secara mikrobiologi patogennya sangat sedikit. Warna putihnya juga lebih cerah dibanding grade lain. Di tempat pemerahan, susu sapi dipasteurisasi dan sebagian diolah menjadi yoghurt, untuk basic minuman Yoghurt yang ditawarkan Momomilk. Jadi, kami tidak menggunakan yoghurt instan yang banyak beredar di pasaran, papar Haidhar. Karena susu sapi segar hanya bertahan selama 10 jam dalam suhu ruang, sesampainya di dapur produksi persediaan susu yang telah dikemas dalam kaleng susu perah kemasan 20 liter, segera disimpan di dalam ruang pendingin.

Susu Favorit. Salah satu susu racikan Momomilk yang selalu diburu para pelanggan adalah Classic Strawberry Milk Shake. Saat pesanan datang, susu sapi sebanyak 350 ml di-blend bersama buah strawberry segar, simple syrup, es batu dan 1 scoop strawberry ice cream selama 5 menit. Setelah itu, dituangkan ke dalam gelas saji yang mirip botol lalu dikucuri Mariza Topping Strawberry. Untuk penjualan di booth, kreasi olahan susu saya kemas dalam gelas plastik berukuran 16 oz yang dilengkapi penutup, ujar Haidhar.

Omset Ratusan Juta. Karena didesain dengan varian dan tampilan yang menarik, Momomilk selalu kebanjiran pelanggan setiap harinya. Dari tiga gerai skala booth, Haidhar mampu meraup pendapatan sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per hari. Sedangkan untuk kelas café, omset yang didapat per hari bisa mencapai Rp 11 juta. Jika dihitung dalam pendapatan per bulan, setidaknya Haidhar bisa mendulang omset hingga Rp 423 juta. Setelah dikurangi belanja bahan dan biaya operasional, setidaknya Haidhar bisa meraup keuntungan bersih sebesar 33% atau sekitar Rp 139 juta. Meski telah memiliki tiga cabang, Haidhar masih terobsesi membuka cabang baru Momomilk dengan konsep family café. Saat ini saya sudah mendapatkan tempat yang cocok di sekitaran Bogor, tinggal ngurus izin dan persiapannya aja, tegas Haidhar.

Bisnis Olahan Susu Milky Way - Rajanya Puding Susu Caramel

Jika umumnya Puding Susu Caramel dikemas dalam cup atau mangkuk plastik, lain halnya dengan Pudding Susu Caramel racikan Ivan Januar dan Cindy Pengesa, yang dikemas di dalam botol kaca, lalu tutupnya dilapisi dengan doily paper yang diikat dengan tali. Pemilik usaha Milky Way ini mengatakan, Pudding Susu Caramel dan packaging yang digunakan terinspirasi dari Hokkaido Pudding. Yakni sejenis Cream Caramel ala Jepang. Simak aja info liputan bisnis olahan susu Milky Way :

Bisnis Olahan Susu Milky Way - Rajanya Puding Susu Caramel

Online Shop. Pada bulan Mei 2013, Ivan dan Cindy mulai memasarkan kreasi Pudding Susu Caramel. Namun, karena saat itu Ivan dan Cindy masih sibuk menyelesaikan skripsi, keduanya memutuskan untuk memulai usaha dalam bentuk online shop, dan hanya berdasarkan pesanan saja. Selain belum punya waktu banyak untuk fokus menjalankan usaha, teknik ini juga sangat akurat untuk melihat respons pasar, tambah Cindy. Penjualan dengan sistem online ini pun hanya membutuhkan modal sebesar Rp 4 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli kulkas sebesar Rp 3,5 juta dan sisanya digunakan untuk membeli bahan baku. Sedangkan untuk peralatan dapur, digunakan perabot yang sudah tersedia rumah lvan yang dijadikan sebagai dapur pusat. lvan dan Cindy mulai memasarkan menu Milky Way melalui Instagram. Keduanya juga sering membawa beberapa sample Pudding Susu Caramel ke kampus Pelita Harapan, tempat mereka kuliah. Seiring berjalannya waktu, pesanan pun mulai berdatangan.

Rutin Ikut Bazaar. Karena dunia maya tidak terlalu mengangkat penjualan Milky Way, lvan dan Cindy mulai mengikuti beberapa bazaar dan festival kuliner, seperti Swift Carnival, Market Museum dan Jakarta Culinery Passport. Melalui bazaar dan festival kuliner, grafik penjualan Milky Way mulai mengalami peningkatan yang signifikan. Cindy juga menitipkan Pudding Susu Caramel kepada salah seorang teman mereka di kawasan Plaza Senayan-Jakarta Selatan, dengan sistem konsinyasi. Dan demi menjaring lebih banyak konsumen, lvan dan Cindy memutuskan untuk membuka gerai sendiri di Gourmet Walk, ground floor Mal Kelapa Gading 3-Jakarta Utara pada awal Juni 2014.

Packaging Unik. Milky Way menawarkan Pudding Susu Caramel aneka rasa, seperti Milky Caramel, Milky Berry, Cookies And Cream, Choco Caramel dan Greentea Caramel. Semua varian dijual dengan kisaran harga Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per botol. Tiap varian Pudding Susu racikan Milky Way terdiri dari beberapa lapisan dengan variasi rasa yang berbeda. Misalnya Milky Berry yang terdiri dari lapisan karamel, Pudding Susu Putih dan Pudding Susu Strawberry. Agar nampak elegan dan sehat, tiap varian menu dikemas dalam botol kaca berukuran 120 ml yang mirip botol susu sapi.

Menu Best Seller. Dari sekian banyak menu yang ditawarkan Milky Way, Choco Caramel jadi varian best seller. Untuk membuat Choco Caramel, mulanya Ivan dan Cindy melelehkan gula pasir dalam panci anti lengket yang dipanaskan di atas api kecil hingga menjadi karamel. Setelah itu, ditambahkan air panas sambil terus diaduk cepat dengan sendok kayu. Cara ini dapat membuat karamel bertekstur cair dan tidak mengeras. Supaya karamel tidak kembali membeku, maka perbandingan gula pasir dan air panas harus tepat. Sekitar 1:5 atau 50 gr gula pasir dan 250 ml air panas. Selanjutnya, sekitar 10 ml karamel cair dituang ke dalam botol, lalu didiamkan dalam suhu ruang hingga dingin. Kemudian ditambahkan adonan pudding susu putih dari campuran susu putih UHT, gula pasir dan cream kental yang telah direbus di atas api kecil sambil terus diaduk hingga muncul gelembung kecil dl pinggir panci. Lalu ditambahkan gelatin bubuk yang telah direndam selama 5 menit dalam air. Gelatin berfungsi mengikat bahan cair dan membentuk tekstur padat yang lembut. Agar gelatin benar-benar menyerap air rendaman, dari 1 sdt gelatin bubuk harus direndam dalam 1 sdm air. Dalam 1 botol ditambahkan 50 ml adonan puding susu putih yang dikucuri ke atas lapisan karamel secara perlahan menggunakan punggung sendok yang ditempelkan di pinggir botol, agar tiap lapisan tidak tercampur. 

Kemudian, lapisan Pudding Susu Putih didiamkan dalam suhu ruang hingga agak mengeras. Sambil menunggu lapisan kedua terbentuk, dibuat lapisan Pudding Susu Cokelat. Bahan dan teknik pengolahannya hampir sama dengan pembuatan lapisan Pudding Susu Putih, hanya ditambahkan cokelat bubuk yang telah dilarutkan bersama sedikit campuran susu agar tidak menggumpal. Selanjutnya, sebanyak 60 ml adonan pudding susu cokelat yang telah mendidih dituang secara perlahan di atas lapisan Pudding Susu Putih yang telah terbentuk. Setelah suhu panasnya turun, botol ditutup dengan penutup karet lalu disimpan dalam lemari es minimal selama 6 jam.

Omset Menjanjikan. Varian menu Milky Way sangat digemari konsumen. Wajar, bila Milky Way mampu menghasilkan omset yang cukup menjanjikan. Setiap harinya lvan dan Cindy mampu menjual Pudding Susu Caramel sebanyak 300 botol, dengan pendapatan sekitar Rp 5,4 juta. Jika diakumulasikan dalam hitungan per bulan, lvan dan Cindy mampu menjual Pudding Susu hingga 9.000 botol dengan omset mencapai Rp 162 juta. Keuntungan bersih yang diraup juga sungguh menggiurkan, hingga 41% atau sekitar Rp 66,5 juta.

Longhorn Fresh Milk - Bisnis Olahan Susu Gerobak, Omset Puluhan Juta Sebulan

Berkembangnya kedai kreasi susu sapi aneka rasa di Yogyakarta mendorong Muhammad Rahaditya dan Bambang Herianto, untuk menekuni usaha sejenis di Jakarta. Apa lagi, susu sapi termasuk bahan minuman menyehatkan yang dapat dikonsumsi banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Sehingga keduanya merasa memiliki pangsa pasar yang luas. Minuman dari susu yang ditawarkan Adit dan Bambang memang jauh lebih istimewa dari kreasi susu yang ada di pasaran. Keduanya menciptakan aneka rasa yang berbeda, seperti rasa pisang, lemon strawberry dan leachy. Mereka mulai berani menggelar kreasinya pada bulan September 2012, dengan label Longhorn Fresh Milk. Tak mau setengah hati membangun bisnis gerai susunya, Adit dan Bambang pun mengeluarkan modal awal sebesar Rp 9 juta. Modal bisnis olahan susu tersebut digunakan untuk membell peralatan sebesar Rp 2 juta, membuat gerobak Rp 3 juta, membell bahan baku sebesar Rp 2 juta dan sisa untuk biaya operasional tahun pertama.
Longhorn Fresh Milk - Bisnis Olahan Susu Gerobak

Bagikan Brosur. Untuk meningkatkan penjualan, Adit dan Bambang mempromosikan dagangannya dengan melakukan promosi dari mulut ke mulut dan membagikan brosur serta memberikan tester kepada pengunjung di sekitar gerai yang berlalu lalang. Di depan kedai Longhorn Fresh Milk, Adit dan Bambang juga memasang banner berwarna merah mencolok, yang bertuliskan label usaha. Adit dan Bambang juga mulai memanfaatkan media sosial seperti facebook dan twitter.

12 Varian Rasa. Sejak awal dirintis, Longhorn Fresh Milk telah menyediakan 12 varian rasa susu. Antara Iain rasa Original, Vanilla, Chocolate, Strawberry, Mocca, Lemon, Leachy, Banana, Orange, Chocolate Ginger, Chocolate Cinnamon, dan Vanilla Ginger. Setiap varian susu dapat dibuat menjadi susu dingin atau juga panas, sesuai permintaan pelanggan. Untuk susu dingin, es batu yang ditambahkan ke dalam gelas saji tidak dikeluarkan dari kemasannya. Sehingga kemurnian susu tidak tercampur dengan lumeran es batu. Harga yang dipatok Adit dan Bambang juga cukup bersaing, berkisar dari Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu per gelas. Untuk susu rasa buah, Adit dan Bambang menambahkan flavour yang diracik sendiri. Bila ditelisik lebih dalam, flavour tersebut mirip seperti simple syrup yang ditambahkan perasa berupa essence. Keduanya memang sengaja tidak menggunakan flavour berupa sirup rasa buah yang banyak beredar di pasaran. Karena umumnya mengandung pengawet dan pemanis buatan. Untuk bahan utama berupa susu, Longhorn Fresh Milk menggunakan susu sapi murni. Dibanding susu kambing atau susu kuda, rasa susu sapi dinilai lebih gurih dan light. Serta tidak awam di lidah kebanyakan orang. Susu sapi disediakan setiap hari dalam keadaan segar. Dan diperah dari peternakan sapi di Kebagusan Jakarta Selatan.

Susu Favorit. Salah satu racikan susu ala Longhorn Fresh Milk yang selalu diburu para pelanggan adalah Chocolate Cinnamon panas. Saat pesanan datang, susu direbus bersama satu ruas kayu manis dalam 4 panci berdiameter 20 inci, di atas api kecil selama 5 menit. Setelah mendidih, ditambahkan irisan dark cooking chocolate dan gula pasir, lalu kembali direbus hingga cokelat larut. Selama merebus, susu harus terus diaduk agar tidak pecah, terang Adit. Setelah matang susu disaring, sambil dituangkan ke dalam gelas saji. Dalam satu hari, Adit dan Bambang mampu menjual 100 gelas susu sapi aneka rasa dengan pendapatan sebesar Rp 600 ribu. Sedangkan pada akhir pekan Longhorn Fresh Milk mampu menjual dua kali lipat dari hari biasa yaitu 200 gelas susu atau sebesar Rp 1,2 juta. Jika diakumulasikan dalam hitungan per bulan penjualan susu bisa mencapai Rp 22,8 juta Keuntungan pun cukup mengiurkan, yakni 60% atau Rp 13,8 juta. Meningkatnya penikmat susu sapi aneka rasa di Jakarta membuat Adit dan Bambang berencana melakukan ekspansi usaha dengan membuka beberapa cabang. Saat ini kami masih mencari dan survey tempat yang cocok untuk kami jadikan tempat usaha berikutnya, serta menghadirkan kreasi susu yang berbeda, tutup Adit.

Warung Dangdut - Kuliner Dari Bandung Yang Unik

Warga Dangdut...Tarrriik Mang !! Begitulah sambutan dari waiter/waitress yang ada di Warung Dangdut ketika pengunjung datang memasuki restoran ini. Konsep restoran yang sangat unik ini berdiri pada bulan Juni 2015, akan tetapi banyak sekali pengunjung yang datang ke restoran ini meskipun baru 3 bulan berdiri dikarenakan konsep yang diusung sangat unik dan tematik. 

Warung Dangdut - Kuliner Dari Bandung Yang Unik

Kami memiliki promo diskon 10% bagi pelajar atau mahasiswa yang datang sambil menunjukkan kartu pelajar atau mahaiswa. Selain itu juga, apabila mereka joget dan di upload ke media sosial milik mereka maka akan mendapatkan tambahan diskon sebesar 5% ujar Imun Mahmud yang berperan sebagai Manager Marketing di Warung Dangdut. Menurutnya, Warung Dangdut didirikan karena musik dangdut pada saat ini hampir punah dan pelestarian musik dangdut harus tetap dijaga. Oleh karena itu, didirikanlah sebuah restoran dengan konsep dangdut dengan menu makanan dan minuman merakyat bernama Warung Dangdut yang terletak di Jalan Citarum Bandung.

Menu makanan dan minuman yang disajikan pun menonjolkan menu yang merakyat, seperti Nasi Liwet Masa Lalu dengan topping ikan asin sepat dan asin jambal roti. Selain itu juga, ada menu Nasi Goreng Balakutak yang berwarna hitam dan Nasi Goreng Janda Ngesang yang disesuaikan dengan tingkat kepedasan sesuai selera pelanggan dari tingkat kepedasan biasa sampai dengan tingkat kepedasan rintihan jiwa yang membuat Ngesang (keringat bercucuran) saat pelanggan menikmati menu ini.

Sekedar Informasi saja, Berikut Alamat tempat kuliner Bandung Legendaris :

LOTEK
Lotek Kalipah Apo, Jl. Kalipah Apo No.42
Lotek Tjihapit, Jl. Cihapit No. 8A
Lotek Jl. Alkateri
Lotek Jl. Macan

BATAGOR
Batagor Riri, Jl. Burangrang No.41
Batagor Kingsley, Jl. Veteran No.25
Batagor H. isan, Jl. Bojongloa No.38
Batagor Burangrang, Jl. Burangrang No.7
Batagor Darto, Jl. Simpang Dago No. 200

NASI TIMBEL
Nasi Timbel istiqomah, Jl. Cilaki No.43
Nasi Timbel Bawean, Jl. Belitung No.11
Nasi Timbel Mangga. Jl. Mangga
Nasi Timbel Kemuning, Jl. Arcamanik Endah N0. 85

MIE KOCOK
Mie Kocok Persib, Jl. Ahmad Yani (stadion Persib)
Mie Kocok SKM, Jl. Sunda No.38
Mie Kocok Kemuning, Jl. Kemuning No.20
Mie Kocok Mang Dedeng, Jl. Banteng No.67

SURABI
Surabi Enhai, Jl. Setiabudhi (Kampus NHI)
Surabi Cihapit, Jl. Cihapit
Surabi Radja, Jl. Pluto Raya No.1 Margahayu Raya
Surabi Cikutra, Jl. Cikutra (samping pasar Cikutra)

Bisnis Olahan Susu Makin Menjamur dan Menguntungkan

Image susu sebagai bahan makanan dan minuman yang menyehatkan, membuat olahannya mudah merebut simpati pasar. Tak heran saat ini bisnis olahan susu kian menjamur. Varian menu yang ditawarkan juga beragam mulai dari kreasi minuman dingin, minuman panas hingga kue dan masakan. Bisnis olahan susu juga bisa dikelola dengan beberapa tingkat, sebut saja kelas tenda kaki lima sampai kelas café. Makin meningkatnya penggemar olahan susu membuat usaha ini kian menguntungkan. Seperti apa?

Pandangan jika susu mampu memberi efek sehat dan fit pada tubuh, membuat banyak orang lebih memilih mengonsumsi olahan susu ketimbang kopi atau teh. Apalagi kini susu disajikan dengan beragam kreasi menarik dan unik. Sebut saja Susu Rasa Taro, Susu Rasa Green Tea, Puding Susu Caramel hingga Mie Kuah Susu. Dari pengamatan saya, pelaku usaha yang menyediakan menu serba susu kian menjamur. Target market yang dituju juga menyasar hampir semua Iapisan masyarakat. Mulai dari kalangan menengah ke bawah untuk kelas gerobak, sampai kalangan elit dengan skala booth modern atau café.

Ragam Kreasi Unik. Kreasi olahan susu seperti minuman susu aneka rasa, sebenarnya sudah populer sejak belasan tahun lalu. Tapi, umumnya varian rasa yang ditawarkan hanya rasa buah seperti strawberry, melon dan pisang atau rasa cokelat, vanilla dan kopi. Seiring berjalannya waktu, minuman susu aneka rasa diracik dengan sensasi yang lebih menggiurkan. Tengok saja inovasi yang dilakoni empat pengusaha belia, yakni Aldrich Zulriel, Jesslyn Juventia, Mega Febriyanniety dan Jessica Meilya, pemilik usaha minuman susu aneka rasa berlabel Bank of Blood, yang menawarkan varian baru berupa red velvet, green tea, bubblegum, pisang dan taro. Bisa dibilang varian rasa yang kami tawarkan telah disesuaikan dengan selera anak muda yang menjadi target market kami, dan juga tengah happening kata Aldrich. Bukan hanya berani bersikap out of box, Aldrich dan kawan-kawan juga menciptakan design kemasan yang nyentrik. 

Menu Cafe Milky Way

Menu Utama Momomilk

Kemasan berbahan plastik tebal tersebut dibuat mirip dengan kantong transfusi darah. Karena itulah Aldrich dkk menggunakan kata Bank of Blood sebagai brand usaha. Penyesuaian menu dengan selera pasar juga dijalani oleh Sumatro Utomo dan Nadia Ekasari. Pemilik cafe spesialis susu dengan nama Neo Milkbar ini menawarkan kreasi olahan susu yang tak kalah unik. Mulai dari Fresh Milk Rasa Red Velvet atau Taro yang bisa ditambahkan topping seperti Almond, Froot Loops atau Koko Krunch, hingga sajian menu yang ditambahkan susu seperti Pancake, Waffle dan Mie Kuah Susu.

Menu Utama Bank of Blood

Pemilihan Bahan. Menurut Chef Ismail Sazali, Executive Chef Soll Marina Hotel, Serpong-Banten, pada dasarnya susu lebih cocok diolah sebagai bahan dasar minuman ataupun dessert. Dan . bila akan diracik sebagai main course, sebaiknya mengadaptasi menu-menu ala western seperti Spaghetti with Béchamel Sauce atau Lasagna Saus Keju. Ditambahkan pakar kuliner yang akrab disapa Chef Zali ini, apapun olahan susu yang dikreasikan, pemilihan bahan utama berupa susu harus diperhatikan. Sifat susu yang memiliki aroma amis dan rasa creamy yang cukup strong dapat membuat hasil olahannya terasa neg ketika disantap. Sebaiknya pilih susu UHT seperti Indomilk low Fat yang lebih harum, tidak berbau amis dan tidak terlalu creamy, dibandingkan susu sapi murni. Selain itu susu low fat juga lebih aman dikonsumsi karena rendah kolesterol, tambah Chef Zali. Yang terpenting saat memilih susu UHT adalah masa kadaluwarsa. Susu yang-telah mendekati masa expire akan terasa agak pahit di ujung lidah itu. Dan bila terasa asam berarti sudah lewat masa kadaluarsanya Untuk itu, ketika Anda menjual olahan susu dalam bentuk minuman, sebaiknya di dalam kemasan dicantumkan masa kadaluarsanya juga. 

Agar konsumen tidak merasa kecewa jika menerima susu yang sudah tidak iayak minum. Ditambahkan Chef Zali, agar aman dikonsumsi harus dipilih susu yang telah melewati tahap pasteurisasi. Karena meski kaya akan nutrisi, susu yang belum dipasteurisasi juga mengandung mikroba yang berbahaya bagi tubuh. Karena susu termasuk bahan makanan dan minuman yang daya simpannya pendek, maka penyimpanannya juga harus dikontrol. Susu yang disimpan dalam chiller lalu didiamkan dalam suhu ruang bisa bertahan selama 3-4 hari dan bisa segera diolah atau dikonsumsi. Sedangkan susu yang disimpan dalam freezer bisa bertahan hingga 1 bulan, akan tetapi sebelum digunakan harus dilumerkan di dalam suhu ruang. Susu yang disimpan di freezer harus segera dihabiskan. Karena jika sudah tersentuh suhu ruang maka tidak bisa bertahan lagi, meski dalam waktu 1 hari, katanya.

Teknik Pengolahan. Dikatakan Chef Zali, dari segi pengolahan susu termasuk bahan yang membutuhkan perhatian khusus. Misalnya ketika merebus, api yang digunakan cukup api sedang saja dan harus selalu diaduk satu arah. Jika menggunakan api besar atau mengaduk dengan arah yang berubah-ubah maka tekstur susu akan pecah. Jika menggunakan susu bubuk, cukup dilarutkan dengan air mendidih dan tidak perlu dipanaskan lagi di atas api agar tekstur susu tidak pecah. Salah satu olahan susu yang cukup familiar adalah minuman susu aneka rasa. Menurut Cfeh Zali, bahan perasa yang ditambahkan sebaiknya berupa essence karena aromanya Iebih harum dan rasanya Iebih kuat. Essence yang akan digunakan juga bisa diracik sendiri, misalnya orange essence bisa dibuat dari 100% orange juice dan 40% gula pasir yang dirabus sampai kental. Saat akan digunakan sebagai bahan perasa dari 1 liter susu, cukup menambahkan 50 gr orange essence dan 500 ml orange juice, kemudian di-blend hingga tercampur rata. Lebih Ianjut dikatakan Chef Zali, bahan perasa yang berbentuk bubuk tidak dianjurkan. Karena dapat memengaruhi tekstur dari susu sehingga akan terasa grenjelan ketika diminum.

Trik Memenangkan Pasar. Ketika memutuskan untuk terjun ke dalam bisnis olahan susu, strategi marketing untuk memenangkan pasar menjadi hal kedua setelah inovasi menu, yang harus dipikirkan secara matang. Menurut Bambang Wahyu Purnomo, selaku pengamat marketing, strategi marketing yang akan digunakan tergantung pada skala penjualan yang dipilih, apakah kelas gerobakaan, booth modern atau café. Dan skala penjualan tersebut tentunya berkaitan dengan segmentasi pasar yang disasar. Karena penggemar susu umumnya anak-anak maka Anda bisa memilih segmen anak-anak. Sebab, untuk orang dewasa apalagi orang tua umumnya enggan mengonsumsi susu karena khawatir gemuk atau terjangkit kolesterol, papar Bambang. Namun, bagi Anda yang menyasar segmen anak muda atau dewasa, sebaiknya ditambahkan unsur edukasi. Misalnya tentang manfaat susu bagi kesehatan, sehingga konsumen tertarik untuk membeli. Dari segmentasi pasar yang dipilih nantinya akan bisa ditentukan kalangan mana yang akan disasar, apakah menengah ke bawah dengan konsep gerobakan maupun tenda, atau kalangan kelas atas dengan konsep booth modern di mal atau membuka café. 




Konsep yang diajukan selanjutnya memengaruhi modal awal yang harus dikeluarkan. Untuk kelas atas tentunya kisaran modal bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Sedangkan untuk kelas gerobakan biasanya hanya jutaan atau belasan juta saja. Pemilihan lokasi usaha juga tergantung pada calon konsumen yang dibidik. Membuka tempat yang banyak pelajar atau mahasiswanya cukup tepat, karena mereka cukup mudah menerima varian menu baru. Atau setidaknya pelaku usaha sudah mengedukasi manfaat dari susu. Agar bisa menarik minat pasar untuk datang dan membeli, pelaku usaha dituntut untuk menjalankan promosi. Trik memenangkan pasar tersebut bisa dilakukan dengan membagikan tester. Cara ini dinilai sangat akurat karena calon konsumen bisa mengetahui dengan pasti enak atau tidaknya olahan susu yang ditawarkan.

Rintangan Usaha. Olahan susu separti minuman susu aneka rasa sudah cukup dikuasai oleh produsen besar seperti Ultra atau Indomilk. Untuk itu, pelaku usaha olahan susu harus terus memodifikasi olahan susu baru untuk merebut perhatian pasar. Olahan susu dalam bentuk makanan sebaiknya digunakan pada varian menu yang menggunakan santan, sehingga susu bisa menjadi pengganti sari kelapa tersebut. Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk rutin mengonsumsi susu juga kerap jadi rintangan usaha. Karena itu, pelaku usaha harus rajin memberikan edukasi kepada pelanggan akan kandungan susu dan manfaat susu bagi tubuh. Edukasi tersebut bisa dipaparkan di dalam kemasan ataupun buku menu. Terbatasnya jumlah pemasok susu sapi murni juga menjadi masalah yang akan dihadapi oleh pelaku usaha. Jika Anda pelaku usaha besar disarankan memasok susu dalam jumlah banyak setiap kali order. Dan bagi pelaku usaha kecil bisa menggunakan susu sapi kemasan yang banyak tersedia di swalayan.

Bisnis Menjanjikan. Dari beberapa pelaku usaha olahan susu yang saya temui, sebagian besar merasa yakin kalau prospek usaha ini ke depan makin bagus, dan rata-rata keuntungan bersih yang bisa diperoleh antara 40-79% dari omset. Makin tingginya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi susu membuat bisnis olahan susu kian menjanjikan. Apalagi masih banyak olahan menu yang bisa dipadupadankan. Jadi, jika Anda tertarik menekuni bisnis kuliner, olahan susu bisa jadi pilihan. Semoga menginspirasi.

Turning Point Coffee - Hadirkan Kopi House Blend Kualitas Premium

Kedai kopi modern di Indonesia saat ini semakin marak. Apalagi masyarakat sangat gemar minum kopi. Tak heran jika di tengah serbuan gerai kopi asing, saat ini banyak muncul kedai kopi yang menjadi tempat nongkrong kalangan anak muda. Salah satunya Turning Point Coffee milik Angeline Lauwrence (29) dan Joseph Erwin (34) yang mampu menjual 90 cups minuman kopi sehari. Apa keistimewaannya ?

Turning Point Coffee - Hadirkan Kopi House Blend Kualitas Premium

Minum kopi saat ini tak sekadar untuk mengisi waktu atau mengurangi rasa kantuk. Antusias masyarakat penikmat kopi semakin meningkat karena kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Terutama bagi kalangan anak muda. Pencinta kopi pun banyak yang membuat komunitas coffee addicted. Kopi menjadi teman nongkrong anak muda untuk sekedar menghabiskan waktu mereka. Tak heran jika banyak pelaku usaha yang semakin banyak membuat bisnis kedai kopi melihat peluang yang cukup menjanjikan. Pantauan Info Kuliner tertuju pada salah satu kedai kopi di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Lokasinya di ruko Golden Serpong dengan interior ruangan berwarna putih.

Angeline Lauwrence (29) dan Joseph Erwin (34)

Angeline dan Joseph terinspirasi merintis Turning Point dari pengalaman mereka ketika tinggal selama 10 tahun di Melbourne, Australia. Di tahun 2011, ketika itu Angeline yang sudah lulus dari sekolah diplomanya di jurusan Social Science RMIT Melbourne tengah bekerja sebagai barista di salah satu café di Melbourne, dan ia bertemu dengan salah satu roaster coffee (membuat biji kopi yang siap pakai) asal Indonesia yang juga bekerja di Melbourne. Sang roaster coffe tersebut menginformasikan bahwa di Indonesia, petani kopi sangat banyak dan Indonesia kaya akan kopinya namun kehidupan para petani masih banyak yang sulit. Dari sanalah tebersit ide Angeline dan Joseph untuk memulai usaha kedai kopi yang tujuannya tidak hanya secara financial namun juga memberikan manfaat bagi orang banyak, “Tujuan kami membuka kedai kopi selain melihat antusias masyarakat besar terhadap kopi, kami juga ingin menaikkan taraf hidup petani kopi di Indonesia," ujar Angeline.

Ketika kembali ke Indonesia di tahun 2014 pada Juni, Angeline dan Joseph tak langsung membuka Turning Point melainkan keduanya masih melihat pangsa pasar terhadap kopi dengan menjadi guest barista di beberapa kedai kopi di Jakarta. “Iya misalnya saja ABCD Coffee yang di Pasar Santa, mereka mengundang kami untuk serve pelanggan menggunakan kopi yang kami bawa dari Melbourne,” terang Angeline. Dari sanalah Angeline dan Joseph mulai aktif menawarkan kopi kreasi mereka meski belum memiliki tempat ketika itu. Uniknya, mereka mengenalkan minuman kopi buatannya melalui sosial media lnstagram. Akhirnya di bulan Desember 2014, Angeline dan Joseph resmi membuka kedai kopi yang diberi nama Turning Point. Diceritakan oleh Angeline modal awal untuk membuka kedai kopi ini sebesar Rp 1,5 miliar dan belum termasuk sewa tempat selama setahun sebesar Rp 80 juta. Diakui Angeline modal awal yang besar dikarenakan peralatan untuk membuat kopi tidaklah murah, dan untuk merenovasi kedai pun cukup memakan biaya. Dari pengalaman Angeline selama tiga tahun sebagai barista, keduanya pun tak perlu menguji resep kopi buatannya. Keduanya hanya mempercayakan kualitas kopi dari supplier kopi mereka, terlebih supplier kopinya pun sudah terlebih dahulu menjadi pelanggan kalangan kedai kopi yang sudah lebih dulu eksis seperti Tanamera.

Instagram dan Mouth To Mouth.
Diceritakan Angeline, dalam memulai usaha kedai kopi Turning Point mereka memang lebih mengandalkan kekuatan sosial media untuk memperkenalkan minuman kopi kreasinya. Awal mula Turning Point dikenal di masyarakat dari Instagram Turning Point. “Sosial media itu sangat membantu kami dalam memasarkan Turning Point ini, dan kami sudah memiliki instagram Turning Point sebelum memiliki usaha,” jelas Angeline. Di dalam lnstagram Turning Point, Angeline dan Joseph juga kerap melakukan share kegiatan mereka ketika menjadi guest barista di beberapa tempat kedai kopi di Jakarta. “Ketika buka kami hanya bercerita melalui akun instagram, dan followers pun banyak yang datang ke Turning Point, ditambah kami memiliki beberapa pelanggan saat menjadi guest barista di beberapa kedai kopi waktu itu, ujar Angeline. Tak membutuhkan waktu lama, kini dalam waktu setengah tahun sejak berdiri, Kedai kopi Turning Point pun semakin banyak diminati oleh pencinta kopi Indonesia, khususnya kalangan anak muda. Tak heran jika dalam seharinya Turning Point mampu menjual 90 cups kopi.

Varian Kopi.
Minuman kopi yang ditawarkan oleh Turning Point dibagi dua jenis, yaitu menu Hot Caffeine seperti Short Long Black, Short Long Macchiato, Piccolo, Flat White, Cappuccino, Eatte, Mocha, Affogato, Brogato, Split Shot, dan Filter Coffee. Sedangkan pada menu Hot Non Caffeine ada beberapa menu kopi seperti Hot Chocolate, Milk Honey, Babycinno, Milk Chai dan Tea by Havilla. Varian harganya pun terjangkau untuk beberapa kalangan, untuk satu gelas kopi dipatok dari harga Rp 25 ribu - Rp 50 ribu. Angeline dan Joseph juga menyediakan menu pendamping yang ditawarkan dengan harga Rp 25 ribu - Rp 40 ribu. Dan untuk menu pendamping tidaklah terlalu berat, menunya sangat light untuk menemani pelanggan meminum kopi seperti Cake by Lareia, Pie by Lareia, Doughnut by Afteraise, Croissant by Beau, Viennoseries by Beau, Ham & Cheeses Croissant, Toasted Foccacia, Smoked Salmon Dip, dan Granola. Beberapa menu pendamping seperti Cake, Doughnut, Croissant, dan Viennoseries tidak dibuat sendiri namun merupakan diperoleh dari supplier dengan sistem titip jual di kedai kopinya. Menu pendamping lain ada yang dibuat sendiri, namun dipilih dari jenis yang mudah dan praktis dibuat.



Varian Kopi Turning Point

Bahan Baku Kopi.
Menurut Angeline, konsep kedai kopi di Turning Point adalah “Specialty Roaster Coffee,” jadi kopi-kopi di sini tidak menggunakan campuran sirup untuk mengubah rasa pada kopi, namun lebih ditekankan pada penguatan rasa masing-masing varian minuman kopi. “Kami sudah tahu bahwa kopi di tiap negara dan wilayah memiliki rasa dan karakter tersendiri, jadi kami tidak menggunakan sirup untuk mengubah rasa pada kopi,” ujar Angeline. Penguatan rasa pada kopi ini menurut Angeline bertujuan untuk mengedukasi pelanggan Turning Point, bahwa setiap kopi memiliki karakter tersendiri dan berbeda-beda, sehingga tidak perlu menggunakan sirop. Tak hanya itu, dikarenakan Angeline dan Joseph tidak ingin mengecewakan pelanggan, mereka pun memilih biji kopi kualitas premium yang didapatkan dari roaster coffee lokal. Roaster coffee ini akan memproses biji kopi dari para petani dengan memanggang biji kopi mentah menjadi kopi matang. Dalam proses roasting, biji kopi mentah akan dimasukkan ke dalam mesin roasting. Setelah itu kopi akan berubah warna dari hijau, kuning, kuning kecokelatan, cokelat muda, cokelat tua, cokelat kehitaman hingga hitam. Aromanya pun berubah pada setiap menit proses roasting kopi.

Angeline juga menjelaskan bahwa selama ini Turning Point memperoleh biji kopi dari supplier roaster coffee lokal yang memang sudah terbukti akan kualitas premiumnya, misalnya saja Tanamera, Common Grounds, Seven Seeds, ataupun Four Chairs. Dan semua supplier memberikan House Blend (kopi yang berasal dari campuran beberapa jenis bubuk kopi yang memiliki takaran tertentu) khusus untuk Turning Point.”Kami memang memilih biji kopi premium yang berkualitas, walaupun mahal tapi kami tidak ingin mengecewakan pelanggan kami terutama para pencinta kopi,” ujar Angeline. Harga yang diberikan supplier berkisar Rp 300 ribu - Rp 400 ribu per kg, dan dalam seharinya Turning Point mampu menghabiskan 4 kg biji kopi untuk membuat minuman kopi bagi para pelanggannya. Pada penggunaan bahan baku lainnya misalnya susu, Angeline dan Joseph memilih produk Greenfields karena menurut Angeline, susu Greenfields terasa enak dan harganya juga terjangkau untuk usaha mereka.

Cara Membuat Kopi.
Tentu saja dalam membuat kopi misalnya saja untuk membuat satu gangkir kopi, biji kopi diambil menggunakan scoop kopi lalu biji kopi di grind atau digiling menggunakan mesin kopi hingga menjadi espresso lalu tuangkan di cangkir, setelah itu susu dibuat berbusa (froth milk), kemudian dituang ke atas espresso dalam bentuk latte art untuk membuat susu bisa berbusa. menggunakan alat french press yang dikocok ke atas ke bawah dengan kecepatan yang sesuai. Pertama panaskan susu sampai suhunya 65-70 derajat celcius. Kemudian masukkan ke dalam french press dan kocok susu tersebut ke atas ke bawah sampai menimbulkan busa sesuai selera.

Omset
Melihat antusias pencinta kopi begitu besar, tak heran jika penjualan kopi Turning Point pun cukup menjanjikan. “Seharinya rata-rata kopi kami terjual sekitar 90 cups pada hari biasa, sedangkan pada waktu weekénd bisa dua kali lipat dari hari biasa,” ujar Angeline. Jika diasumsikan dalam seharinya pada hari biasa Angeline dan Joseph mendapatkan omset sekitar Rp 3,150 juta, sedangkan pada weekend mencapai Rp 6,3 juta seharinya. Jadi, jika keduanya digabungkan, maka asumsi omset Angeline dan Josepfi dalam sebulan mampu mencapai Rp 107.100.000 per bulan. Saat ini Turning Point memiliki 15 karyawan, dengan gaji per orangnya sebesar Rp 2,4 juta, maka dalam sebulan Angeline dan Joseph mengeluarkan sebesar Rp 36 juta untuk gaji pegawai. Dan pengeluaran lainnya terletak pada bahan baku biji kopi, seharinya Turning Point mampu menghabiskan 4 kg biji kopi dan biji kopinya seharga Rp 400 ribu per kg, maka jika diasumsikan pengeluaran untuk biji kopi mencapai Rp 1,6 juta seharinya, atau dalam sebulan Rp 48 juta. Untuk keuntungan bersih per bulan yang diperoleh dari Turning Point sekitar Rp 21 juta atau 19,07%.

Prospek Usaha Kedai Kopi.
Diceritakan Angeline untuk ke depannya ia dan Joseph berencana menjadi roaster coffee sehingga bisa lebih membantu kehidupan petani kopi secara layak. “Iya, untuk saat ini kami sedang mempelajari lebih dalam tentang kopi, karena goal kami ingin menjadi roaster kopi,” ujar Angeline.

Info Lebih Lanjut Dapat Menghubungi:
TURNING POlNT
Jalan Ki Hajar Dewantara, Ruko Golden 8 Extension Blok K no.10, Gading Serpong.

Modal, Omset dan Perhitungan usaha Kedai Kopi Mimpi

Dini mengeluarkan modal awal kedai kopi sebesar Rp. 250 juta untuk merintis bisnis kedai kopi. Modal ini digunakan untuk menyewa sebuah ruko sebesar Rp. 150 juta/tahun dan Rp. 100 juta dipergunakan Dini untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan peralatan kedai kopi. Bagi Dini, perlu waktu tiga bulan untuk melakukan uji coba resep guna mendapat cita rasa kopi yang variatif dan pas di lidah konsumen. Untuk mendapatkan formula yang pas, Dini sengaja menguji segala jenis kopi nusantara. Setelah melakukan serangkaian uji coba selama tiga bulan dan membagi tester kepada rekan, keluarga dan kerabat. Maka Dini mendapatkan racikan rasa yang pas dan konsep kedai kopi yang berbeda dengan kedai-kedai kopi lainnya. “Saya belajar secara otodidak dengan barista untuk tahu bagaimana meracik rasa kopi yang pas di lidah, karena saya ingin setiap konsumen yang datang ke Kedai Kopi Mimpi bisa merasakan sensasi yang berbeda saat menikmati aroma dan rasa kopi kita," ungkap Dini. 

Modal, Omset dan Perhitungan usaha Kedai Kopi Mimpi

Demi menarik pelanggan, ruangan Kedai Kopi Mimpi didesain senyaman mungkin agar pengunjung Iebih santai dan merasa nyaman untuk nongkrong, apalagi ada fasilitas wi-fi. Saat masuk ke dalam ruangan, terlihat berbagai hiasan seperti lampu lampion, lukisan dan miniatur-miniatur kendaraan dan elektronik. Tak hanya meja dan kursi, Kedai Kopi Mimpi ini juga dilengkapi sofa, dan kapasitas ruangan menampung hingga 30 orang pengunjung. Prediksinya pun tak meleset, di awal menjalankan usahanya, Dini mengaku mendapatkan respons yang cukup positif. Bahkan seminggu setelah usahanya berjalan kedai kopinya tidak pernah sepi dari pengunjung, setidaknya 10 hingga 20 pengunjung setiap harinya. Di awal usaha Dini mengenalkan usahanya dengan promosi dari mulut ke mulut dan terbantu dengan lokasi yang cukup strategis yaitu di pinggir jalan raya dan sekitar perkantoran.

Omset Kedai Kopi.
Walau belum genap satu tahun, bisnis Kedai Kopi Mimpi sudah menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Setiap hari Dini menjual kopi sebanyak 30 cangkir dengan pendapatan sebesar Rp. 750 ribu, jika diakumulasikan penjualan setiap bulannya mencapai 900 cangkir dengan omset mencapai Rp. 22,5 juta. Jika ditambah dengan pendapatan dari hasil penjualan menu makanan dan lainnya setiap hari yang mencapai Rp. 1 juta. Maka omset keseluruhan yang diperoleh Dini setiap bulan mencapai Rp. 52,5 juta dengan keuntungan mencapai 57% atau berkisar Rp. 24 juta.

Persaingan.
Diakui Dini, persaingan usaha kedai kopi memang sangat ketat, karena memang usaha seperti ini dapat ditemui di mana pun. Untuk itu ia terus berupaya menjaga kualitas produk yang ditawarkan, yakni dengan benar-benar memilih biji kopi dengan kualitas bagus. Selain itu inovasi dalam varian rasa akan terus dikembangkan, sehingga ke depannya varian rasa yang ditawarkan Kedai Kopi Mimpi akan semakin beragam. Mengenai obsesi, jika melihat grafik penjualan yang semakin meningkat dari bulan ke bulan, Dini merasa optimis untuk lebih mengembangkan usaha kedai kopinya. Bahkan di tahun depan Dini akan memperluas kedai kopinya dengan membuka cabang baru.

Kendala dan Resiko.
Ketika disinggung kendala selama melakoni usahanya ini, Dini mengaku belum menemukan kendala yang berarti, kalau pun ada lebih kepada karyawan yang bertugas meracik kopi atau barista, karena memang kunci keberhasilan usaha kedai kopi berada di tangan si peraciknya. Kendala seperti ini sudah bisa diatasi oleh Dini dengan rutin memberikan pelatihan kepada karyawan-karyawannya.“Kunci dari rasa kopi terletak pada ketepatan barista dalam meracik takaran, jika barista tidak mengikuti SOP yang sudah ditentukan maka kualitas rasa akan berbeda-beda," pungkas Dini.

Perhitungan usaha dan asumsi pendapatan kedai Kopi Mimpi per bulan

Perhitungan usaha dan asumsi pendapatan kedai Kopi

Keuntungan Bersih (46% dari omset) Rp 24.250.000
(Pendapatan — Bahan Baku - Biaya Operasional = Keuntungan Bersih).
(Rp 52.500.000 — Rp 19.250.000 — Rp 9.000.000 = Rp 24.250.000)

Asumsi pengeluaran Kopi Mimpi per porsi

Asumsi pengeluaran Kopi Mimpi per porsi

Bisnis Kedai Kopi Mimpi - Harumnya Kopi Khas Nusantara

Nongkrong sambil ngopi rasanya sudah jadi gaya hidup baik bagi masyarakat kota maupun daerah. Tak heran usaha kedai kopi selalu ramai. Apalagi jika kedai kopi itu membuat nyaman pengunjungnya, dengan konsep ala mini café. Dini Kusumahati, salah satu di antara pelaku usaha kedai kopi dengan brand Kedai Kopi Mimpi. Dengan menyajikan beragam kopi lokal usahanya begitu cepat berkembang. Baru pertengahan Juni lalu ia membuka usaha, omsetnya sudah puluhan juta rupiah. Seperti apa strategi usaha kedai kopi mimpi ?

Lokasi Bisnis Kedai Kopi Mimpi

Bagi Anda pencinta kopi, sekarang tidak perlu jauh-jauh datang langsung ke Lampung, Toraja, Aceh, ataupun Wamena hanya sekadar untuk menikmati secangkir kopi lokal khas Indonesia tersebut. Pasalnya, Anda bisa menyeruput harumnya kopi tersebut di kedai kopi berkonsep mini cafe milik Dini Kusumahati. Wanita yang akrab disapa Dini ini memang salah satu pencinta kopi. Tak heran, jika Dini mendirikan usaha kedai kopi dengan konsep mini cafe sejak pertengahan Juni 2015. “Awalnya saya dan suami memang suka kopi dan nongkrong. Melihat kedai kopi yang sering kita kunjungi selalu ramai, maka tidak ada salahnya jika saya mencoba usaha kedai kopi. Karena bagi saya nongkrong sembari minum kopi sekarang sudah menjadi gaya hidup, mulai dari remaja, mahasiswa hingga eksekutif baik di kota besar bahkan daerah," jelas Dini.


Kopi Khas Indonesia.
Untuk memanjakan konsumen, Dini sengaja menawarkan varian rasa kopi yang cukup beragam, mulai dari Black Coffee, Latte Coffee, Cappucino, Kopi Luwak, Kopi Aceh, Kopi Arabica, Kopi Robusta, Kopi Sumatera dan Kopi Mimpi. Selain itu tersedia pula pilihan minuman lain seperti Juice Tomat Mimpi, Juice Jeruk, Juice Mangga dan lain-lain. Ada pula menu makanan seperti Bakso Bakar, Sop Buntut, Bakso Keju, Nasi Goreng dan Nasi Rames Mimpi. Aneka makanan dan minuman ini ditawarkan dengan harga berkisar dari Rp. 15.000 hingga Rp. 50.000 per porsi. Kedai kopi yang beroperasi sejak pukul 10.00 hingga 00.00 WIB ini menyajikan menu pendamping yang cukup lengkap, mengantisipasi permintaan konsumen yang datang saat jam makan siang atau jam makam malam. Dari sekian banyak varian kopi yang ditawarkan, Kopi Luwak dan Latte Coffee menjadi primadona konsumen. Sedangkan untuk menu makanan yang banyak dipesan adalah Bakso Keju dan Bakso Bakar.


Kelebihan kedai kopi mimpi.
Tidak seperti konsep kedai kopi pada umumnya yang proses penyajiannya hanya dengan menyeduh bubuk kopi dengan air panas. Di Kedai Kopi Mimpi, pelanggan bisa melihat langsung pembuatan kopi dengan menggunakan mesin kopi manual sehingga kopi yang disajikan lebih fresh dan beraroma lebih kuat. Kelebihan lain yang Dini tawarkan yaitu konsep penyajian dengan menggunakan alat berupa Kono Coffee, yang disajikan langsung di meja konsumen. Kono Coffee merupakan alat penyeduh kopi yang membuat pengunjung bakal terkesima ketika pertama kali melihatnya. Lantaran alat ini sepintas seperti peralatan yang sering kita temui di sebuah laboratorium. Alat ini dilengkapi tempat pembakaran tradisional yang masih menggunakan lampu sumbu dengan bahan bakar spiritus. Lamanya proses penyeduhan kopi menggunakan alat ini berkisar 15 menit hingga 30 menit, dan karena waktu yang cukup lama inilah Dini menamainya Kopi Mimpi. 

Untuk pencinta kopi, hal ini tidak  menjadi masalah karena bagi mereka menikmati kopi bukan hanya saat kopi terhidang dalam cangkir, melainkan juga proses penyajiannya. Waktu yang cukup lama untuk menyeduh kopi menurut Dini agar ampas kopi benar-benar terpisah, dari segi rasa pun lebih enak dan tidak pahit di lidah. Untuk membuat cita rasa kopi yang enak, Dini menggunakan bahan baku kopi aceh, kopi lampung, toraja dan wamena. Kopi tersebut bisa tahan sekitar bulan setelah digiling dengan grinder. Dini juga sangat memperhatikan kualitas bahan pelengkap seperti merek Susu Greenfields, karena susu ini terbuat dari 100% susu sapi segar, mengandung nutrisi alami dan sangat hiygienis dibandingkan susu yang lain. Begitu pun gula dari merek Tropicana Slim dan Gulaku, karena rendah kalori terbuat dari tebu alami dengan kualitas gula yang lebih putih dan lebih jernih.
Proses Pembuatan Kopi Mimpi.
Sebelum tahap pembuatan, pilih biji kopi berwarna abu-abu kebiruan atau kuning kehijauan, dan sebaiknya hindari biji kopi dengan warna putih pucat, cokelat tua apalagi hitam. Pilih biji kopi yang utuh, besar dan padat, tidak pecah atau berlubang. Selain itu biji kopi sebaiknya beraroma mentah segar dan hindari biji kopi berbau apek atau tengik. Setelah itu biji kopi disangrai, goreng atau panggang coffee roaster selama 30 menit dengan suhu 90°C. Lalu giling biji kopi dengan grinder kopi dengan tingkat kehalusan 2 bar, dan bubuk kopi siap digunakan. Salah satu varian Kopi Mimpi tidak membutuhkan proses pembuatan yang rumit. Dengan menggunakan alat penyeduh kopi yang disebut Kono Coffee Siphon, bubuk kopi dicampur dengan air di dalam alat penyeduh kopi, kemudian dipanaskan, dan setelah 15 menit diseduh, kopi akan terpisah dari ampasnya dan siap disajikan. 

Strategi Pemasaran kedai kopi
Di awal usaha, Dini sempat merasakan usahanya sepi pengunjung. Namun hal itu bisa diminimalisir dengan menjaga standardisasi bahan baku, peiayanan, kebersihan, dan aktif melakukan promosi di sekitar lokasi. Dini memperkenaikan keberadaan kedai kopinya pertama kali kepada rekan, kerabat dan keiuarga. Kedai Kopi Mimpi menyasar konsumen semua kalangan, namun menurut Dini mayoritas pengunjung yang datang berasal dari karyawan perkantoran saat jam istirahat atau pulang kerja. Biasanya kedai kopinya lebih ramai saat weekend. 

Karyawan. 
Dalam menjalankan bisnisnya, Dini dibantu oleh 4 orang karyawan yang bertugas meracik dan menyajikan menu ke pelanggan. Masing-masing karyawan digaji berkisar Rp. 2 juta. Dini menuturkan saiah satu kiat sukses menjalankan bisnisnya adalah dengan menjalin hubungan yang baik dengan karyawan karena hal ini akan mempengaruhi perkembangan bisnisnya. “Saya harus menekankan perlunya kejujuran, semangat kerja dan tanggung jawab kepada karyawan. Jika saiah satu ini tidak tercapai maka saya harus segera menggantinya dengan yang baru. Sambil melihat performa kerja karyawan saya membangun komunikasi interpersonal antara saya dan karyawan, sehingga bisa saling percaya dan mencapai satu tujuan," jelasnya.