Showing posts with label Panduan Usaha. Show all posts
Showing posts with label Panduan Usaha. Show all posts

Tips/Panduan Membangun Bisnis Olahan Susu Yang Lagi Ngetrend

Peluang bisnis olahan susu saat ini makin variatif jenisnya dan sangat menjamur jumlahnya, baik yang dipelopori oleh kelompok usaha kecil, juga dimotori oleh perusahaan besar. Yang dimaksudkan dengan olahan susu adalah makanan atau minuman yang diolah dari susu atau dicampur dengan bahan lain sehingga menghasilkan bentuk, rasa atau penampilan yang berbeda dari bahan awalnya. Saat ini olahan susu kian digemari masyarakat yang memahami arti pentingnya hidup sehat. Langkah pertama yang harus dilakukan jika ingin memulai usaha ini adalah memastikan kontinuitas pasokan bahan baku. Terutama, menentukan asal pasokan susu segar. Sebab, ini akan terkait dengan lokasi pengolahan susu. Sebaiknya, lokasi pengolahan tidak jauh dari peternakan sapi perah untuk menjaga kesegaran susu dan menghemat biaya transportasi. Selain proses produksi, untuk menjaga daya tahan olahan susu Anda juga harus memerhatikan akomodasi saat pendistribusian susu dan olahannya. Pada tahap tersebut susu harus dalam keadaan dingin atau dimasukkan dalam box es, untuk menjaga temperaturnya tetap stabil. Berikut tips membangun bisnis olahan susu :



Modal Usaha Bisnis Olahan Susu. Dewasa ini olahan susu bukan hanya dimonopoli oleh pengusaha kelas pabrik atau pemodal besar saja. Tapi sudah menyasar kelas gerobakan, café dan restoran. Jika ingin buka usaha olahan susu kelas kecil seperti gerobakan Anda cukup merogoh kocek antara Rp 2-3 juta sebagai modal awal. Usaha gerobakan ini biasanya berada di pinggir jalan. Karena itu faktor kebersihan perlu diperhatikan. Usahakan membuat tenda berukuran besar supaya konsumen tetap nyaman. Ciptakan juga kreasi-kreasi yang unik, bisa dari design gerobak ataupun olahan susu yang akan dijual. Namun jika Anda ingin menyasar kelas cafe, modal yang dikeluarkan tentunya harus lebih besar. Interior yang dipilih juga harus membuat konsumen nyaman dan disesuaikan dengan segmen pasar yang dituju. Misalnya anak kampus, anak muda atau komunitas tertentu.

Marketing/Pemasaran. Promosi dan pemasaran olahan susu bisa dilakukan dalam berbagai cara baik online dan offline. Secara online bisa dilakukan dengan memanfaatkan seluruh sosial media yang ada seperti Facebook, Twiter, lnstagram, WhatsApp, BBM dan paling penting punya website sendiri. Unfuk offline bisa dengan spanduk, brosur dan kartu nama. Gerobak yang dibuat dengan bentuk yang unik juga bisa menjadi alat promosi yang ciamik untuk merebut perhatian pasar. 

Marketing bisnis olahan susu

Kendala Usaha. Tiap usaha tentu tak luput dari kendala yang sering kali menghambat perkembangan. Pada bisnis olahan susu, hal utama yang menjadi kendala adalah daya tahan susu yang tidak bisa lama, sehingga pelaku usaha harus memiliki lemari pendingin untuk penyimpanan susu. Selain itu, bisnis olahan susu juga termasuk bisnis yang mudah ditiru. Apalagi kebanyakan orang Indonesia cukup latah untuk meniru suatu usaha yang dinilai berkembang dengan pesat. Oleh karena itu diperlukan kreativitas tinggi dalam menciptakan varian olahan susu baru. Seperti yang dilakukan oleh salah satu café spesialis olahan susu di Kaliurang, Yogyakarta, yang senantiasa diantre pelanggan karena menciptakan 72 menu berbahan dasar susu. Bisnis olahan susu sebenamya temasuk usaha jangka panjang dan tidak ada matinya. Alasannya simple, orang sudah minum susu sejak puluhan bahkan ratusan tahun Ialu. Namun, supaya tidak monoton maka diperlukan pemikiran yang kuat untuk mengkreasikan varian menu atau kemasan yang unik.

Panduan Usaha Kedai Kopi - Cermat Bidik Target Pasar

Usaha Kedai Kopi. Kopi, kini bagi masyarakat urban kota besar seperti di Jakarta bukan hanya jadi sekedar jenis minuman tetapi juga menjadi bagian dari lifestyle atau gaya hidup. Memang masyarakat pada umumnya lebih familier pada nama gerai kopi ternama seperti Starbucks namun geliat kemunculan kedai-kedai kopi lokal bisa dibilang cukup pesat akhir-akhir ini. Bagi Anda yang berkeinginan untuk memulai usaha kedai kopi lokal ini, sebaiknya bisa mulai dengan meriset secara teliti mengenai target pasar yang dituju, apakah yang dituju kalangan anak muda berumur rata-rata di bawah 30 tahun atau kalangan penikmat pencinta kopi yang biasanya 5 berumur 30 tahun ke atas, karena tentunya ada perbedaan selera di tiap-tiap kalangan. Biasanya kalangan anak-anak muda tidak terlalu mementingkan detail cita rasa dari kopi itu sendiri namun mereka Iebih mengarah pada inovasi produk. Misalnya minuman kopi dengan campuran cokelat, white cream, buah, dll. Lain halnya dengan kalangan pencinta kopi yang lebih paham akan kopi. 

Usaha Kedai Kopi - Cermat Bidik Target Pasar

Dengan memahami hal ini maka peluang ketepatan jenis menu yang dijual akan lebih besar sehingga bisa bersaing sehat dengan gerai kopi ternama. Bicara tentang kopi, keberadaan barista tentu jadi faktor penting. Ada baiknya sebelum menghire (merekrut) barista, untuk mulai usaha sebagai owner kedai kopi maka Anda harus paham betul mana kopi yang enak, mana yang layak dijual dan mana yang tidak. Idealnya owner belajar dengan detail terlebih dahulu tentang kopi baik melalui sekolah kopi, kursus ataupun otodidak. Nantinya setelah mendapatkan ilmu bisa langsung dipraktikkan untuk meracik produk unggulan, kemudian mematenkan resep, dan bisa mengajari calon barista yang akan dipekerjakan secara langsung.

Harga dan Produk.
Catatan bagi Anda yang ingin memulai usaha kedai kopi atau coffee shop adalah harga jual lebih terjangkau belum bisa menjadi jaminan utama yang membuat kedai kopi lokal lebih banyak dikunjungi. Hal ini karena untuk kalangan pencinta-penikmat kopi, harga mahal selama reasonable tentunya tak jadi masalah. Meski begitu, kalau menyasar target anak muda yang cenderung lebih mencari tempat alternatif untuk berkumpul, lokasi yang accessible dan budget yang terbatas tentu membuat kedai kopi lokal dengan harga yang lebih terjangkau akan menarik. Yang paling penting adalah harga harus sangat diperhatikan agar bisa bersaing. Faktor penunjang lain adalah menciptakan minuman kopi yang enak dan masih belum ada di tempat lain.

Alangkah baiknya untuk bisnis kedai kopi seperti ini jenis produk yang ditonjolkan adalah biji kopi lokal. Sayang sekali rasanya jika tidak memanfaatkan potensi biji kopi lokal Indonesia yang bagus karena biji kopi di Indonesia adalah biji kopi terbaik produk yang dijual adalah produk nomor 3 di dunia. Selain itu unggul, dan untuk menghasilkan produk unggul maka sebagai pelaku usaha kedai kopi lokal alangkah baiknya belajar dan mengerti dahulu tentang kopi itu sendiri. Kemudian melakukan riset lokasi usaha, serta target pasar yang sesuai sehingga tidak sampai salah dalam menentukan harga karena faktor munculkan kreativitas dengan membuat produk yang enak namun dengan harga yang tidak kemahalan, sehingga Anda harus paham tentang HPP (harga pokok produksi) agar tak merugi.

Menu Pelengkap dan Market.
Dalam menentukan menu pendamping dari kopi sebagai menu utama tergantung bentuk dan konsep usaha yang diusung. Misalnya yang diusung kedai kopi lokal atau coffee shop maka alangkah baiknya menu pelengkapnya seperti jajanan pasar yang memang cocok disandingkan dengan kopi-kopi lokal khas Indonesia. Sedangkan jika berkonsep cafe internasional maka yang menjadi pelengkap seperti cheesecake, red velvet, atau hidangan dengan visual yang cantik. Lain lagi jika berkonsep keduanya maka menu pelengkap dirasa tidak terlalu diperlukan karena biasanya hanya fokus dengan menjual minuman hot and cold. Terakhir jika konsepnya warung kopi rumahan maka menu yang mungkin dirasa cocok seperti jagung bakar, pisang bakar, dan mie instan. Bicara soal market, jika Anda ingin membuka kedai kopi lokal atau coffee shop memang idealnya pasar yang dituju adalah kalangan pencinta penikmat kopi yang memang mengerti dan mengapresiasi betul cita rasa kualitas kopi. Seperti kalangan di atas usia 30 tahun, namun jika lebih menyasar target pasar mahasiswa atau pekerja baru berumur di bawah 30 tahun maka inovasi produk harus lebih sering dilakukan.

Tren Kedai Kopi, Strategi Pemasaran Dan Modal Usaha Kedai Kopi

Kenapa sih usaha kedai kopi lokal menjadi trend ? Karena proses usaha bisnis ini sangat cerah dan menjanjikan, Yuk simak trend kedai kopi, strategi pemasaran dan modal usaha kedai kopi dibawah ini :

Tren. 

Tren Kedai Kopi

Perkembangan kedai kopi saat ini juga terus mengikuti tren. Jika sebelumnya banyak pelaku usaha mengikuti konsep seperti halnya dilakukan Starbucks Coffee dengan konsep mass market dan fokus ke mass produce, kini berkembang tren dengan konsep third wave coffee. Tren ini mengarah pada konsep interior yang lebih homey dan cozy dibandingkan kedai kopi asal mancanegara. Seperti penataan meja dan kursi pengunjung yang berdekatan dengan tempat pembuatan kopi, dan suasana seperti berada di rumah. Meja kursi dari bahan kayu tua juga bisa menimbulkan kesan antik. Tak hanya pada interiornya, kopi yang disajikan pun berasal dari biji-biji kopi lokal dengan cara pengolahan yang sangat berbeda dengan yang biasa dilakukan oleh pe|aku second wave seperti di Starbucks Coffee. Jadi pelaku usaha kedai kopi yang menerapkan konsep third wave coffee memiliki pemahaman mengenai proses penanaman biji kopi, pengeringan sampai detail penggilingannya.

Strategi Pemasaran. 
Strategi Pemasaran kedai kopi

Usaha kedai kopi bisa mengandalkan kekuatan sosial media seperti melalui Instagram dan Zomato. Meski begitu, promosi konvensional dengan mulut ke mulut juga masih efektif. Di awal usaha, bisa menyebarkan brosur di lingkungan sekitar maupun menawarkan proposal kerja sama untuk promosi usaha dengan korporat. Untuk mengatasi persaingan usaha kedai kopi yang semakin ketat, pelaku usaha harus terus melakukan inovasi dalam varian rasa dan juga menggunakan biji kopi dengan kualitas bagus. Cita rasa secangkir kopi juga sangat bergantung pada teknik sangrai atau proses roasting (pemanggangan) dan tingkat sangrainya. Pemanggangan yang merata adalah sebuah syarat agar biji kopi bisa menghasilkan rasa yang seimbang. Proses sangrai juga berperan penting mengubah asam dalam biji kopi menjadi antioksidan. Keberadaan barista juga sangat penting bagi sebuah kedai kopi untuk menghadirkan cita rasa kopi yang nikmat. Bagi para pengunjung yang tidak semuanya memiliki banyak pengetahuan tentang kopi, para barista bisa menjelaskan karakteristik biji kopi yang disajikan. Pemeliharaan alat pembuat kopi juga perlu dilakukan dengan baik seperti halnya Watt Coffee yang selalu melakukan setting mesin grinder (penggiling biji kopi) setiap hari. Ketika kedai kopi tutup, biji kopi yang masih terdapat di mesin grinder dikeluarkan, kemudian esok paginya kembali di-setting sehingga kopi-kopi yang dihasilkan fresh dan tidak berminyak.

Modal. 
Modal usaha kedai kopi

Modal usaha kedai kopi yang berlokasi di ruko membutuhkan modal cukup besar dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Besarnya modal dipengaruhi oleh harga peralatan yang cukup mahal, seperti mesin roaster (pemanggang kopi) yang bisa sampai puluhan juta rupiah. Selain itu untuk menyewa ruko di lokasi strategis bisa sampai ratusan juta pertahun. Meski modalnya besar, namun proses usaha ini sangat cerah, mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia di hampir semua daerah terutama kalangan pria penyuka kopi. Tak heran jika pelaku usaha kedai kopi mampu meraup untung cukup menjanjikan hanya dalam waktu singkat. Lihat saja Kedai Kopi Mimpi yang baru berdiri pertengahan Juni 2015, saat ini mampu menjual sebanyak 30 cangkir kopi per hari, belum termasuk pendapatan dari menu snack, dengan omset total sekitar Rp 50 juta, dengan keuntungan bersih sekitar 46%. Bahkan, pada saat weekend pendapatan bisa melonjak hingga dua kali lipatnya. Keuntungan usaha kedai kopi akan lebih besar jika menghadirkan menu pendamping snack atau makanan berat.

Jadi jika anda tertarik untuk merintis usaha kedai kopi, bisa melihat sepak terjang para pelaku usaha kedai kopi di postingan saya selanjutnya....

Bisnis Kedai Kopi Cita Rasa Daerah Lagi Tren

Minum kopi saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, apalagi dengan adanya kebutuhan masyarakat untuk bersosialisasi membuat usaha kedai kopi sangat menjanjikan. Saat ini keberadaan kedai kopi yang menghadirkan cita rasa kopi lokal ternyata cukup bersaing dengan kedai kopi asal mancanegara. "Kopi khas Indonesia yang berkualitas dan beragam jenisnya pun menjadi andalan banyak kedai kopi lokal untuk menghadirkan cita rasa kopi nikmat. Seperti biji kopi Toraja, Minang Solok, Malabar, Rasuna, Papua, Bali Kintamani, dan lainnya. Tren usaha kedai kopi yang mengusung cita rasa biji kopi lokal pun direspon positif oleh masyarakat. Seperti apa? 

Bisnis Kedai Kopi Cita Rasa Daerah Lagi Tren

Menyeruput kopi panas sudah menjadi kebiasaan masyarakat, apalagi jika didukung dengan suasana nyaman di kedai kopi. Tak heran jika banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk kongkow ataupun meeting dengan klien di kedai kopi. Hal ini memberikan peluang cerah bagi bertumbuhnya kedai kopi lokal. Minum kopi memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Di tengah padatnya aktivitas masyarakat terutama di perkotaan, kebutuhan untuk berada di tempat dengan suasana nyaman sambil menyeruput hangatnya kopi semakin meningkat. Lihat saja, kedai kopi papan atas asal luar negeri hampir tak pernah sepi pengunjung. Mulai dari Starbucks Coffee, Coffee Bean, Kopitiam dan lainnya. Keberadaan kedai kopi mancanegara ini pun memberikan dampak positif bagi perkembangan kedai kopi lokal. Kehadiran gerai kopi asing juga membuat nama kopi lokal dan budaya minum kopi pun semakin naik daun. Menariknya, keberadaan kedai kopi lokal ini lebih banyak dijumpai di lokasi ruko dekat perkantoran. Berbeda halnya dengan kedai kopi mancanegara yang banyak dijumpai di mal-mal. Kedai kopi lokal pun menyajikan pelayanan seperti halnya kedai kopi mancanegara.

Pengamat Wirausaha Bambang Wahyu Purnomo melihat bahwa maraknya kedai kopi lokal saat ini tak lepas dari pengaruh budaya masyarakat Indonesia yang ingin berkumpul di luar kantor atau rumah (hang out). Bahkan masyarakat lebih banyak melihat kenyamanan suasana saat berada di kedai kopi. Hal ini karena banyak orang merasakan suasana berbeda ketika bertemu dengan kolega di kedai kopi. Apalagi dengan adanya kenyamanan suasana dan fasilitas yang diberikan. Jadi yang dibeli lebih pada suasananya, seperti tempat duduknya, menikmati berdiskusi di tempat yang layak dengan dukungan fasilitas seperti wi-fi. Sambil berdiskusi atau meeting dengan kolega, menyeruput kopi panas ditemani sepotong snack, dan tanpa ada ikatan waktu. Bahkan bagi mereka yang bukan penggemar kopi pun banyak yang mengunjungi kedai kopi, namun bisa memesan menu altematif seperti snack, iced blended, ice tea, atau minuman lainnya.

Kebutuhan untuk bersosialisasi sambil menikmati hangatnya minum kopi dipadukan dengan suasana yang nyaman memang membuat keberadaan kedai kopi semakin marak. Untuk itu menurut Bambang Wahyu Purnomo ada tiga faktor yang membuat usaha kedai kopi bisa sukses dan ramai didatangi pengunjung, yaitu berikan tempat yang baik, baru kemudian rasa kopi yang khas, dan ketiga harga sesuai segmentasi pasar yang dituju. Tempat yang baik ini seperti kenyamanan tempat duduk, lokasi yang strategis, fasilitas wi-fi dan lainnya. Begitu pun soal rasa, pelaku usaha kedai kopi harus mampu menghadirkan varian rasa kopi yang khas, dengan mengembangkan inovasi-inovasi baru dan juga tetap mengikuti tren yang tengah berkembang. Seperti misalnya membuat kopi dari jenis kopi lokal, sehingga bisa turut mengangkat nama kopi lokal. Apalagi Indonesia menduduki peringkat ketiga penghasil kopi terbesar ketiga di dunia yang memiliki varian berbagai jenis kopi. Hampir setiap daerah memiliki varian kopi yang berbeda, dan memiliki kualitas yang bagus. 

Beberapa kopi lokal yang terkenal antara lain adalah Kopi Aceh Gayo, Mandagiling, Brastagi, Lintong, Toraja dan Malabar. Dan, kedai kopi lokal pun kini mengikuti jejak kedai kopi mancanegara, yang juga menjadi pilihan banyak pencinta kopi, sebut saja Anomali dan Bakoel Kofee yang menyajikan cita rasa kopi lokal. Seperti di Anomali Coffee dengan pilihan kopi didominasi oleh kopi-kopi terbaik dari seluruh nusantara. Mulai dari kopi Aceh Gayo organik, kopi Bali Kintamani, kopi Flores Bajawa, kopi Mandailing, kopi Toraja, kopi Kalo'si, kopi Java Jampit, kopi Papua Wamena sampai kopi Luwak. Sajian nikmat minum kopi pun banyak pilihan seperti Black Pearl Espresso, Irish Banana Nut Latte, Black Forest Latte, Orange irloney Kiss, atau Hot Chocolate. Selain minuman kopi, cokelat dan teh, berbagai snack kecil seperti French Fries dan Club Sandwich juga siap menemani pengunjung.

Lanjut ke halaman berikutnya : Tren, Strategi pemasaran dan modal kedai kopi

Panduan Menjalankan Usaha Bisnis Kedai Kopi

Kedai kopi kini sudah banyak dijumpai di Indonesia, terutama di Jakarta dan sekitarnya. Hal ini dikarenakan antusias masyarakat Indonesia terhadap kopi yang cukup besar, apalagi di kalangan anak muda. Tak sedikit pelaku usaha kedai kopi juga membuat variasi baru terhadap menu kopinya agar tidak kalah saing. Namun sebetulnya semua kedai kopi yang ada di Jakarta, atau bahkan di Indonesia pada dasarnya memiliki menu kopi dasar yang sama, yaitu “5 basic mother recipes" yang terdiri dari Espresso, Cappuccino, Latte, Black Coffee (Americano) dan Mocha. Dan banyak pelaku usaha memodifikasi dari mother recipes kedai kopi masing-masing. Ambil contoh seperti salah satu kedai kopi tempat Dea Rahadian bekerja sebelumnya yaitu Goedkoop, yang memiliki varian coffee base yang terbilang unik. “Karena saya membuat frappe menggunakan bahan dasar seperti Beng-beng, Nutela, Ovama/tine dan Skippie Peanut Butter. Dengan menu tersebut akan mengundang pasar sendiri, dan ditambah dengan harga yang disesuaikan dengan kantong pelajar karena pasar utama kita adalah para pelajar dan mahasiswa,” terang Dea. Oleh karena itu, ketika menjalankan usaha kedai kopi dibutuhkan banyak kreativitas untuk memodifikasi menu-menu kopi, dan pelaku usaha juga harus mengikuti perkembangan zaman, karena sesuatu yang baru tentu saja akan membuat pelanggan penasaran dan tertarik untuk mencobanya. Simak saja panduan menjalankan usaha bisnis kedai kopi :

Memaksimalkan Kualitas dan Kuantitas

Pelaku usaha kedai kopi harus memperhatikan kualitas dan kuantitas baik dari rasa kopi maupun konsep kedai itu sendiri. Hal ini dikarenakan minat pasar terhadap kopi adalah mencari produk/service dengan harga minim namun memiliki kualitas dan kuantitas yang maksimal. Hal tersebut tentu saja tidak hanya menarik sekadar komunitas pencinta kopi, melainkan akan menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan harga yang lebih murah dibandingkan kompetitor yang telah memiliki harga global seperti Starbucks Coffee, tentu saja ini akan menjadi sumber magnet yang bagus selain dari program promosi.


Membuat Kopi

Dalam membuat kopi yang enak tentunya memiliki banyak faktor, pertama bisa saja dari bahan bakunya, apakah bahan baku sudah memenuhi kriteria yang diproses sesuai dengan SOP. Namun hal tersebut kembali lagi ke barista, karena membuat kopi yang baik membutuhkan keterampilan seorang barista. Sebagai contoh dalam menakar takaran kopi ke dalam mesin, melakukan steam susu dengan suhu dan tekstur foam yang sesuai dan komposisi bahan - bahan yang pas dengan prosedur atau resep yang ada. Triknya adalah dengan banyak mencoba membuat kopi, karena dengan terbiasa kita akan bisa, dan sebisa mungkin terus meng-update sesuai trend yang sedang booming.

Tren

Pelaku usaha dalam memilih menu ataupun jenis kopi harus memperhatikan kebutuhan pasar dan selera pasar. Para pelaku usaha juga harus update dengan trend kopi yang sedang booming. Namun pada dasarnya kopi berjenis Arabica yang sangat bagus untuk dijadikan bahan dasar kopi, karena teksturnya sedikit Iebih ringan dari Robusta, rasanya yang Iebih acid dan light dari Robusta serta aroma dan kadar kafein yang Iebih rendah dari robusta. Namun itu semua harus dibayar dengan harga tinggi, mengingat harga biji mentah Arabica global saja sudah tinggi. Maka dari itu banyak produsen dan vendor kopi di Indonesia mengakalinya dengan campuran atau blend. Standar racikan antara Arabica dan Robusta adalah 70% Arabica dan 30% Robusta, atau mereka mencampurnya dengan jenis kopi Liberica yang notabene lebih murah dan sangat mudah didapatkan. Bahan pelengkap pun belakangan ini sudah banyak produk brand lokal atau asli made in Indonesia. Menjamurnya bisnis kedai kopi di Indonesia, membuat produsen dan pengusaha pangan menghadirkan produk pelengkap resep kopi lokal, seperti sirop perasa, bubuk cokelat mocha, macha green tea dan perasa berjenis lainnya. Namun itu semua hanyalah variasi untuk menu extra.

Barista School

Untuk memperoleh karyawan yang terampil seperti barista pada 10 tahun lalu mungkin akan terasa sulit, karena untuk training membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan ditambah pula dengan fasilitas yang disediakan oleh pihak trainer tidak murah karena mahalnya harga mesin kopi. Namun kini semua sangat mudah sekali mendapat barista yang handal atau melatih karyawan biasa menjadi barista. Sekarang sudah banyak kedai kopi, sehingga banyak pihak yang menyediakan barista school dengan harga yang murah namun dengan fasilitas yang terbilang cukup update Selain itu seluruh vendor biji kopi ternama di Indonesia sudah memberikan paket training barista secara gratis bila kita mau bekerja sama memakai produk kopi mereka. Hal ini membuat sangat mudah menemukan barista yang minimal mengerti dasar membuat kopi serta mengoperasikan mesin kopi.