Momomilk - Modal 800 Ribu Kini Omset Ratusan Juta per Bulan

Advertisement

Ads

Obsesi Haidhar Wurjanto mengembangkan bisnis olahan susu sapi bermula dari kegemarannya mengonsumsi susu. Ia juga melihat potensi pasar yang cukup besar karena banyaknya penggemar olahan susu sapi di Kota Bogor Jawa Barat. Namun, karena aroma anyir susu sapi cukup menyengat, pria yang biasa disapa Haidhar ini menyiasatinya dengan mencampur susu sapi dengan aneka flavour, atau mengolahnya menjadi Milk Shake, Yogurt dan Smoothies. Haidhar memulai usahanya itu dari kelas booth atau gerobakan. Bisnis tersebut dimulai pada bulan Januari 2011, yang berlokasi di foodcoufi Bogor Junction, Bogor — Jawa Barat. Tak butuh modal besar untuk membangun bisnis sekelas booth ini, Haidhar hanya mengeluarkan modal awal bisnis olahan susu sebesar Rp 800 ribu untuk membeli peralatan sebesar Rp 500 ribu, dan membeli bahan baku sebesar Rp 300 ribu. Karena menerapkan sistem bagi hasil dengan pembagian sebesar 80% untuk Haidhar dan 20% untuk Bogor Junction, Haidhar pun tak perlu mengeluarkan modal tambahan untuk sewa tempat. Simak saja bagaimana Haidhar membangun bisnis olahan susu dari awal :

Momomilk - Modal 800 Ribu Kini Omset Ratusan Juta per Bulan

Media Sosial. Haidhar mempromosikan aneka kreasi Susu racikannya lebih banyak melalui media online di internet, yaitu Facebook atau Twitter. Tapi, ia juga tak segan menawarkan secara langsung olahan susu racikannya kepada pengunjung yang melintas di depan booth Momomilk. Kini, Haidhar telah membuka cabang Momomilk di foodcoun Yogya Junction, kantin lnstitut Pertanian Bogor (IPB), dan Jl. Bukit Tunggul No.11, Taman Kencana. Semuanya berlokasi di Kota Bogor — Jawa Barat. Khusus untuk cabang di Taman Kencana, Haidhar mengusung konsep café dan menjual menu lain seperti kudapan dan makanan utama. Piranti saji yang digunakan untuk menghidangkan aneka makanan dan minuman juga terlihat menarik. Seperti botol susu, botol bekas selai, talenan kayu hingga toples kaca.

Lima Kreasi Susu. Sejak awal dirintis, Momomilk menawarkan kreasi Fresh milk, Milk Shake, Yoghurt, Hot Milk serta Juice and Smoothies. Masing-masing kreasi bisa diracik dengan varian rasa yang berbeda, seperti plain, vanilla, strawberry, blueberry, mint, caramel, taro dan Iychee. Harga yang dipatok berkisar dari Rp 5 ribu sampai Rp 18 ribu per gelas Untuk susu rasa buah, Haidhar menambahkan flavor yang diracik sendiri. Bahan utama berupa susu berasal dari susu sapi murni yang rasa dan aromanya lebih gurih dan tidak seanyir susu kambing atau susu kuda. Susu sapi disediakan setiap hari dalam keadaan segar dan diperah dari peternakan sapi yang berasal dari daerah Cibungbulang, Kabupaten Bogor — Jawa Barat. Susu sapi yang saya gunakan itu adalah susu dengan grade A yang kadar lemaknya tinggi, rasanya Iebih gurih dan secara mikrobiologi patogennya sangat sedikit. Warna putihnya juga lebih cerah dibanding grade lain. Di tempat pemerahan, susu sapi dipasteurisasi dan sebagian diolah menjadi yoghurt, untuk basic minuman Yoghurt yang ditawarkan Momomilk. Jadi, kami tidak menggunakan yoghurt instan yang banyak beredar di pasaran, papar Haidhar. Karena susu sapi segar hanya bertahan selama 10 jam dalam suhu ruang, sesampainya di dapur produksi persediaan susu yang telah dikemas dalam kaleng susu perah kemasan 20 liter, segera disimpan di dalam ruang pendingin.

Susu Favorit. Salah satu susu racikan Momomilk yang selalu diburu para pelanggan adalah Classic Strawberry Milk Shake. Saat pesanan datang, susu sapi sebanyak 350 ml di-blend bersama buah strawberry segar, simple syrup, es batu dan 1 scoop strawberry ice cream selama 5 menit. Setelah itu, dituangkan ke dalam gelas saji yang mirip botol lalu dikucuri Mariza Topping Strawberry. Untuk penjualan di booth, kreasi olahan susu saya kemas dalam gelas plastik berukuran 16 oz yang dilengkapi penutup, ujar Haidhar.

Omset Ratusan Juta. Karena didesain dengan varian dan tampilan yang menarik, Momomilk selalu kebanjiran pelanggan setiap harinya. Dari tiga gerai skala booth, Haidhar mampu meraup pendapatan sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per hari. Sedangkan untuk kelas café, omset yang didapat per hari bisa mencapai Rp 11 juta. Jika dihitung dalam pendapatan per bulan, setidaknya Haidhar bisa mendulang omset hingga Rp 423 juta. Setelah dikurangi belanja bahan dan biaya operasional, setidaknya Haidhar bisa meraup keuntungan bersih sebesar 33% atau sekitar Rp 139 juta. Meski telah memiliki tiga cabang, Haidhar masih terobsesi membuka cabang baru Momomilk dengan konsep family café. Saat ini saya sudah mendapatkan tempat yang cocok di sekitaran Bogor, tinggal ngurus izin dan persiapannya aja, tegas Haidhar.

Advertisement