The Miichu Café & Resto - Olah Susu Jadi Beragam Menu Unik

Advertisement

Ads

Jika selama ini susu hanya dikreasikan sebagai campuran minuman atau dessert, berbeda dengan The Miichu Café & Resto yang menghadirkan susu sebagai menu utama. Mie Telaga Warna misalnya, yang bercita rasa unik karena menggunakan susu sebagai kuah. Meski baru berdiri April 2013 lalu, resto yang mampu menampung pengunjung sekitar 100 orang ini selalu ramai dipenuhi pelanggan setiap hari. Adalah Ivandri Darussalam, pemilik The Miichu Café & Resto, yang terinspirasi menciptakan ragam menu berbahan susu setelah dari ibunya yang mengidap osteoporosis karena tak pernah mengonsumsi susu. Ivan ingin mengampanyekan konsumsi susu dengan cara menyenangkan. 

The Miichu Café & Resto - Olah Susu Jadi Beragam Menu Unik

Idola Anak Muda. Sejak pertama kali beroperasi, The Miichu Café & Resto telah mampu merebut simpati pasar terutama anak muda. Maklum saja, selain menciptakan suasana cafe yang seru untuk hangout, Ivan juga memopulerkan usahanya di media sosial seperti Facebook dan Twitter yang rnemang dekat dengan anak muda. Meski harus merogoh kocek cukup dalam untuk membangun dan menjalankan operasional awal The Miichu Cafe & Resto, namun menurut Ivan hal tersebut cukup worth it dengan ramainya konsumen yang datang.

Olahan Susu. Ada banyak kreasi susu yang sukses diracik Ivan dengan rasa yang enak. Salah satunya Miechu atau lebih dikenal Mie Telaga Warna. Disebut Mie Telaga Warna karena kuahnya berwarna-warni dan dapat dipilih sesuai selera. Ada lima warna kuah yang bisa dipilih. Ada warna merah dari buah bit, kuning dari labu parang, hitam dari tepung ketan hitam, hijau dari bayam, dan ungu dari ubi ungu, jelas Ivan. Dikatakan Ivan, bahan pewarna alami tersebut sengaja dipilih agar konsumen lebih meyakini bahwa menu yang disantap bukan hanya enak tapi juga sehat. Supaya tidak neg, kuah mie bisa diracik dengan tingkat kepedasan berbeda, mulai dari level satu hingga delapan. Topping-nya juga bermacam-macam, ada bakso, tahu, telur, daging sapi, serta Pangsit Rebus dan Goreng. Dari beberapa menu, Miechu Beef Katsu Level 2 Warna Ungu menjadi menu yang banyak disukai pengunjung. Seporsi menu yang dijual Rp 15 ribu ini tersaji panas dalam mangkuk putih melamin. Warna kuah yang berwarna ungu dibuat dari campuran sari ubi ungu dan susu. Sebagai pelengkap, disediakan setengah potong sosis, 1 potong tahu putih, sawi hijau segar, dan beef katsu. Menurut Ivan, rasa gurih dihasilkan dari rebusan susu, air dan tulang dengkul sapi yang dimasak selama satu jam. Komposisinya, satu liter susu dengan setengah liter air dan setengah kilogram tulang dengkul sapi.

Tidak hanya itu, rasa pedas dari level 2-nya pun mampu menampar lidah. Rasa pedas ini berasal dari cabai rawit merah yang di-blend kasar lalu ditumis sampai biji-bijinya mengeluarkan minyak. Olahan susu lainnya yang cukup diminati konsumen adalah Susu Cincau. Terinspirasi dari Capucino Cincau atau biasa disingkat Capcin, The Miichu Café & Resto coba membuat hal serupa namun menggantikan kopi dengan susu murni. Kelebihan minuman ini selain lebih menyegarkan juga lebih sehat karena dibuat dari susu sapi murni. Kemurnian susu yang didatangkan dari peternakan sapi di kawasan Lebak Bulus-Jakarta Selatan ini bisa dibuktikan dengan adanya bercak putih yang berbekas pada wadah makanan ataupun minuman, berbeda dengan susu biasa yang segera kering dari wadah. Sebelum disajikan, susu murni dikocok dalam blender hingga lembut dan berbuih bersama simple syrup, perisa vanilla dan es batu. Baru kemudian dituang ke dalam gelas plastik berisi cincau hijau. Bila ditelisik dari banyaknya konsumen yang datang, omset yang diraup Ivan tiap bulannya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Apalagi menu yang disajikan cukup beragam dan mampu mengakomodir permintaan pelanggan.

Advertisement